Juli, KPK Targetkan Kasus Garuda Disidangkan

Juli, KPK Targetkan Kasus Garuda Disidangkan
Agus Rahardjo. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Jumat, 24 Mei 2019 | 21:17 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus menuntaskan kasus-kasus lama yang mangkrak. Salah satu kasus yang dikebut Lembaga Antikorupsi adalah kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015 yang menjerat mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo.

Keduanya ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, namun hingga saat ini, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda. Bahkan, Emirsyah dan Soetikno hingga kini belum ditahan KPK.

Ketua KPK, Agus Rahardjo optimistis dapat segera merampungkan penyidikan kasus ini. Bahkan Agus menargetkan berkas perkara kasus ini dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan dan menyeret kedua tersangka ke Pengadilan Tipikor pada akhir Juli mendatang.

"Paling lambat Juli kita sudah limpahkan ke persidangan," kata Agus di sela-sela Buka Puasa Bersama awak media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Agus mengatakan, penyidikan kasus ini telah memasuki tahap akhir. Apalagi, KPK saat ini telah menerima sejumlah dokumen penting dari otoritas Singapura. Dokumen dari otoritas Singapura ini diperlukan KPK karena Connaught International milik Soetikno yang diduga menerima uang dari Rolls-Royce untuk Emirsyah beroperasi di Negeri Jiran tersebut.

"Paling akhir Juli sudah proses, insya Allah, kerena kita sudah terima berkasnya semua dari Singapura," kata Agus.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Emirsyah Satar telah menerima uang sebesar US$ 2 juta dan dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014



Sumber: Suara Pembaruan