Diperiksa Sebagai Saksi, Amien Rais Diberi 37 Pertanyaan

Diperiksa Sebagai Saksi, Amien Rais Diberi 37 Pertanyaan
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul "Jokowi People Power" saat jeda pemeriksaan untuk Salat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. (Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar)
Bayu Marhaenjati / JAS Jumat, 24 Mei 2019 | 22:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi senior Amien Rais, rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana, di Mapolda Metro Jaya. Penyidik memberikan 37 pertanyaan kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN itu dalam pemeriksaan.

"Jumlah pertanyaannya 37. Pak Amien datang ke sini adalah sebagai saksi. Saksi atas dugaan tindak pidana yang disangkakan pihak penyidik kepada saudara Eggi Sudjana, yang tadi sudah dijelaskan pak Amien tidak ada hubungannya antara pernyataan pak Eggi dengan yang dikatakan pak Amien," ujar pengacara Amien Rais, Ahmad Yani, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).

Dikatakan Ahmad, pertanyaan yang ditanyakan penyidik seputar pernyataan Eggi Sudjana tentang people power.

"Tadi hanya menjelaskan apa yang dimaksud people power, dan lain sebagainya. Pak Amien menjelaskan apa yang dimaksud people power dalam ilmu politik dan tata hukum negara kita. Dan, pak Amien menjelaskan sejarah people power kita mulai peralihan kekuasaan orde lama, orde baru, reformasi," ungkap Ahmad.

Menyoal buat apa Amien Rais membawa buku Jokowi People Power sebagai bukti, Ahmad menyampaikan, kalau Jokowi sudah menggunakan kata people power sejak 2014 silam.

"Buku itu pak Amien hanya ngasih. Kalau bicara masalah people power disebut makar, ini pak Jokowi sudah menggunakan buku itu juga 2014," kata Ahmad.

Ihwal apakah Amien akan dipanggil penyidik lagi sebagai saksi, Ahmad menuturkan, penyidik sudah menyatakan cukup.

"Sepanjang penyidik rasa keterangan cukup, ya nggak akan dipanggil. Tadi sudah cukup, penyidik mengatakan sudah cukup, sudah 37 (pertanyaan)," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangannya sebagai saksi kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Ketua Dewan Kehormatan PAN itu, selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 20.40 WIB.

Usai pemeriksaan, Amien menjelaskan, people power yang dimaksudnya sebetulnya konstitusional, demokratis dan dijamin oleh prinsip HAM.

"Jadi intinya semua yang ditanyakan saya berikan seperti apa adanya. Kemudian, saya mengatakan people power itu sebetulnya konstitusional, demokratis, dijamin oleh prinsip HAM juga," ujar Amien.

Dikatakan Amien, people power yang menimbulkan bentrok, kerugian dan kehancuran buat negara tentu tidak boleh.

"Memang kalau people power atau gerakan rakyat itu sampai menimbulkan kerugian, bentrok sampai negatif, sampai melakukan kehancuran buat negara atau bangsa, itu jelas tidak boleh. Jadi yang saya kembangkan, sesungguhnya people power enteng- entengan. Jadi bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden di tengah jalan, sama sekali jauh dari itu ya," ungkap Amien.



Sumber: BeritaSatu.com