Lewat Video, Dahnil Sampaikan Belum Bisa Penuhi Panggilan Polisi

Lewat Video, Dahnil Sampaikan Belum Bisa Penuhi Panggilan Polisi
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak melambaikan tangan saat mengikuti sidang sebagai saksi dengan terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi salah satunya Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja )
Arnold H Sianturi / FMB Selasa, 28 Mei 2019 | 11:16 WIB

Medan, Beritasatu.com - Melalui rekaman video yang beredar luas, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebutkan belum bisa memenuhi panggilan Polda Sumut terkait pemeriksaan dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan makar.

Dalam rekaman video itu, Dahnil Anzar mengaku belum melihat panggilan itu secara fisik. Dahnil juga mengaku belum membaca isi surat panggilan tersebut.

“Sedang beredar surat-surat panggilan terhadap banyak tokoh di Polda Sumatera Utara. Banyak tokoh dipanggil sebagai saksi dugaan makar di Polda Sumatera Utara, termasuk saya. Nah, surat itu belum saya lihat secara fisik, tetapi kemudian sudah beredar di sosial media. Kabarnya itu dikirimkan ke rumah saya di Tangerang, dan saya belum melihat secara fisik panggilan itu dialamatkan dan harus dipenuhi pada hari ini tanggal 28 (Mei),” tutur Dahnil dalam video tersebut, Selasa (28/5/2019).

Dia menerangkan, dirinya belum membaca surat panggilan itu, apalagi harus ke Kota Medan karena pemeriksaan dilakukan di Mapolda Sumatera Utara. Dahnil menyatakan ongkos pesawat ke sana mahal pastinya, tetapi yang jelas dirinya akan memenuhi panggilan bila kemudian tepat waktunya, bisa punya kesempatan membaca, kemudian berangkat.

“Terkait dengan waktunya, saya belum bisa memenuhi panggilan tersebut, dan insyaallah kalau pihak kepolisian meminta bantuan saya sebagai saksi, saya akan hadir,” tegas Dahnil. Kemudian Dahnil juga menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya di Sumatera Utara dan seluruh Indonesia agar tetap semangat menghadapi segala kasus yang menerpa. Ia mengajak agar semua pihak selalu yakin Allah SWT tetap melindungi hambanya. “Tetap terus berjuang dan jangan surut nyali,” tutup Dahnil.

Pantauan SP di Markas Polda Sumut, suasana di Direktorat Reserse Kriminal Umum, masih terlihat seperti biasa. Aktivitas kalangan penyidik maupun perwira polisi di kantor polisi itu, tidak memperlihatkan kesibukan menyusul surat panggilan pemeriksaan yang beredar di media sosial, terkait pemeriksaan terhadap Dahnil Anzar Simanjuntak.

Bahkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian maupun Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, belum ada memberikan keterangan resmi terkait surat pemanggilan terhadap Jubir BPN tersebut. 



Sumber: Suara Pembaruan