Sebar Hoax, Pemilik Akun FB Rocky Gerung Dilaporkan ke Polisi

Sebar Hoax, Pemilik Akun FB Rocky Gerung Dilaporkan ke Polisi
Logo Facebook. ( Foto: AFP )
Bayu Marhaenjati / HA Jumat, 31 Mei 2019 | 20:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aliansi Relawan Jokowi melaporkan pemilik akun Facebook bernama Rocky Gerung terkait kasus dugaan kasus ujaran kebencian melalui media elektronik, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/5/2019). Akun itu mengunggah tulisan bertajuk "Bahaya Besar Menunggu Indonesia".

"Yang kita laporkan adalah akun yang bernama Rocky Gerung, itu yang kita laporkan. Belum tahu (apakah pemilik akun adalah Rocky Gerung). Kan nanti disidik di sini itu punya siapa. Tapi yang jelas itu atas nama akun Rocky Gerung, tapi siapanya kita nggak tahu. Nanti pembuktiannya nanti," ujar Suhadi, anggota tim hukum dalam kelompok relawan tersebut.

Laporan Suhadi tercatat dengan nomor LP/3408/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, terkait kasus dugaan ujaran kebencian melalui media elektronik yang diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) Junto Pasal 48 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Menurut Suhadi, laporannya berkaitan dengan unggahan yang menyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempolitisasi perolehan suara.

"Terus kemudian, dia mengatakan bahwa pendukung Prabowo sudah punya bukti C1 sebanyak 62% atas Jokowi. Dia juga mengatakan sudah menang di 30 provinsi. Terus dia katakan juga ini kecurangan, ini kelicikan atau cara-cara seperti ini mengulang dari pemilu 2014. Jadi 2019 mengulang kecurangan di 2014, kira-kira itu," ungkap Suhadi.

"Terus yang paling nggak enak di sini, ada kata-kata 'Jokowi diketahui takut luar biasa kepada China. Jika sampai ia kalah China disinyalir akan buka semua ke publik. China akan segera minta tanggung jawab jika Prabowo menang, itu aib pak Jokowi'. Itu kira-kira yang kita laporkan berkaitan dengan informasi hoax," tambahnya.

Suhadi menuturkan, tulisan itu diunggah sekitar pukul 05.00 WIB, tanggal 28 Mei 2019, kemudian menjadi viral di media sosial.

"Kita minta diungkap karena berita hoax begini nggak benar. Jadi akhirnya masyarakat seolah-olah berita ini benar, padahal tidak benar. Itu yang kita mau, nggak boleh ada berita hoax ini. Saya minta tolong ini ditindak secara hukum karena ini akan menyusahkan banyak orang berita hoax ini," jelas Suhadi.

Suhadi membawa bukti-bukti berupa print out akun bernama Rocky Gerung dan flashdisk ketika membuat laporan.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik akan mempelajari dan memproses setiap laporan yang masuk.

"Ya kita selidiki. Kan sudah ada laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya. Intinya polisi akan mempelajari, menyelidiki laporan yang masuk ke kita berdasarkan pasal yang dilaporkan," kata Argo.

Berikut tulisan yang diunggah akun Facebook bernama Rocky Gerung:

"#BAHAYA BESAR MENUNGGU INDONESIA!!"

"Mata dunia kini tertuju ke Indonesia. Jokowi yang haus kekuasaan memaksa KPU dan BAWASLU agar bekerja cepat mempolitisir perolehan suara dilapangan agar sesuai dg presentase QC yg 2 mingguan ini tetap dipaksakan tayang di tipi.

Indonesia membara. Pendukung Prabowo sdh kantongi C1 asli dan menjelaskan Prabowo menang 62% atas Jokowi.

Namun bukan Jokowi namanya kalo bukan Culas, Licik dan Rakus. Berbekal kemenangan palsunya 2014 lalu ia tengah berusaha segala cara melemahkan semangat juang pendukung Prabowo dan agar mengakui kekalahan Prabowo meski secara Real Count Prabowo menang telak di 30 Provinsi.

Baru sekarang terjadi, Jokowi yang hanya menang di 4 provinsi memaksa semua elemen bangsa ntk mengakui kemenangannya padahal rakyat menyaksikan Prabowo unggul di 75% provinsi. Sungguhnya sikap tak terpuji."



Sumber: BeritaSatu.com