Wiranto Minta Polisi Terus Update Pelaku Kerusuhan 21-22 Mei

Wiranto Minta Polisi Terus Update Pelaku Kerusuhan 21-22 Mei
Aksi 22 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Robert Wardy / JEM Senin, 10 Juni 2019 | 14:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto meminta kepolisian agar selalu update atau terus menyampaikan informasi terbaru mengenai pelaku kerusuhan pada aksi demonstrasi tanggal 21-22 Mei 2019 lalu. Hal itu agar tidak melahirkan spekulasi macam-macam dalam masyarakat.

‎"Aparat kepolisian apapun hasil proses penyidikan supaya dapat segera disampaikan ke publik sejelas jelasnya, sedetail-detailnya. Supaya spekulasi yang saat ini terus berkembang mengenai berbagai permasalahan hukum yang terus berproses terkait penangkapan tokoh utama bisa dinetralisir," kata Wiranto saat memimpin rapat koordinasi di Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Hadir pada rapat itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Jaksa Agung HM Prasetyo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

Wiranto meminta polisi untuk membuka ke publik apa yang terjadi selama proses berlangsung. Beri penjelasan dari hasil penyidikan dan penyelidikan. Hal itu agar tidak menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat terkait penegakan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dia mengapresiasi para kontestan yang akhirnya memilih jalur konstitusional dalam menyampaikan keberatan atas hasil Pilpres. Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam beberapa pekan kedepan, politik akan memanas seiring adanya sidang ada gugatan Prabowo-Sandi tersebut.

"Kita bersyukur, berikan apresiasi kepada kontestan yang saat ini memilih menyelesaikan permasalahan lewar MK berbagai sengketa dan perselisihan selama masa pemilu. Kita berharap para kontestan tetap konsisten dan nantinya dapat menerima apapun keputusan MK," tutup Wiranto. 



Sumber: Suara Pembaruan