Polisi Sebut Yunarto Wijaya Jadi Target Pembunuhan

Polisi Sebut Yunarto Wijaya Jadi Target Pembunuhan
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memaparkan Prediksi Hasil Akhir Jelang Pemilu Serentak 2019, Jakarta, Senin 25 Maret 2019. Ada 10 poin temuan Prediksi Hasil Akhir Jelang Pemilu Serentak 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Robertus Wardi / YUD Selasa, 11 Juni 2019 | 19:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Sam Indradi mengemukakan Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya adalah tokoh lembaga survei yang menjadi target pembunuhan oleh kelompok perusuh. Yunarto menjadi target pembunuhan bersama empat tokoh nasional yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan staf khusus presiden bidang intelijen Gories Mere.

‎"Berdasarkan fakta-fakta penyidikan, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dikuatkan adanya petunjuk, adanya persesuaian antara saksi satu dan lain, kemudian persesuaian saksi dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan satu direktur Charta Politika, lembaga survei," kata Ade dalam konferensi pers di Kementerian Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Ia menjelaskan kelompok yang akan melakukan pembunuhan tersebut terdiri dari delapan tersangka. Pemimpin dan perencana pembunuhan adalah Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

‎"KZ (Kivlan Zen, Red) memberikan uang kepada IR untuk melakukan pengintaian terhadap target, khususnya pimpinan lembaga survei," jelas Ade.

Menurutnya, dua dari delapan tersangka itu yang diberi tugas mengintai Yunarto. Mereka adalah IR dan Yusuf. Mereka sudah dua kali mengintai lokasi kantor Yunarto. Kepada dua tersangka ini, KZ memberikan uang operasional Rp 5 juta untuk mengintai Yunarto.

"Saya masuk ke dalam mobil Kivlan, lalu mengeluarkan hp dan menunjukkan alamat serta foto Yunarto. Pak Kivlan minta cari alamat ini, nanti kamu foto dan video. Siap saya bilang. Beliau berkata lagi nanti saya kasih uang operasional, cukuplah 5 juta untuk bensin makan dan kendaraan segala macam. Kalau ada yang bisa eksekusi saya jamin anak istri liburan ke manapun," ungkap IR dalam video yang diperlihatkan polisi.



Sumber: Suara Pembaruan