Usai Lebaran, BNN Bertemu Para "Mantan"

Usai Lebaran, BNN Bertemu Para
Jajaran pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersilaturahmi dengan para mantan Kepala BNN, Waka/Sekretaris, dan Kelompok Ahli BNN, Rabu, 12 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Jaja Suteja / JAS Rabu, 12 Juni 2019 | 20:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Momentum pascalebaran dimanfaatkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalin silaturahmi dengan para mantan Kepala BNN, Waka/Sekretaris, dan Kelompok Ahli BNN. Dalam kesempatan yang hangat ini, BNN meminta masukan dari para pimpinan terdahulu tentang bagaimana upaya penanggulangan narkoba ke depan.

Kepala BNN RI, Heru Winarko mengatakan bahwa pencapaian BNN saat ini tidak lepas dari kerja keras para pendahulunya. Karena itulah, dalam forum pertemuan ini, BNN tetap meminta masukan dari para mantan pimpinan BNN, tentang BNN ini mau dibawa kemana.

Selain mendapatkan masukan, momen silaturahmi ini juga dimanfaatkan oleh BNN untuk memaparkan persiapan puncak peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2019 dan pembangunan gedung BNN RI di daerah Jalan Abdul Muis.

Dalam kegiatan hari ini, Rabu (12/6/2019), hadir pula mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar, yang berperan besar dalam pembentukan Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) sebagai cikal bakal dari BNN itu sendiri. Da’i mengungkapkan rasa bangganya karena BNN mengalami perkembangan yang kian pesat.

Kepada Kepala BNN, ia menitipkan pesan agar BNN bisa membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Menurutnya, BNN tidak boleh hanya fokus untuk mengawasi, akan tetapi juga harus mampu untuk berinteraksi dengan masyarakat khususnya dalam konteks pemanfaatan media sosial. Sehingga, ketika BNN bisa berinteraksi dengan masyarakat terutama di media sosial, maka mereka akan bersyukur karena mendapatkan manfaat dari hal tersebut.

Ia juga menekankan agar BNN tidak menjadi sesuatu yang ditakuti, namun jadi mitra masyarakat. Bicara soal kemitraan, rupanya Da’i melihat BNN telah melaksanakan program yang sangat penting seperti pemanfaatan kader antinarkoba dari masyarakat, dan ia pun tak segan untuk memberikan apresiasi yang tinggi.

Di hadapan para peserta yang hadir, Da’i juga meminta BNN tidak boleh terlena dengan pencapaian saat ini. BNN harus terus mengembangkan diri sehingga tidak ketinggalan. Ketika ada persoalan atau kendala maka jangan ragu untuk menyampaikan ke presiden agar nantinya diberikan dukungan.

“Saya yakin ke depan BNN dapat support, karena kehadiran BNN sangat bermanfaat,” ungkap pria yang pernah menjadi Dubes RI untuk Malaysia ini.

Pesan sangat penting lainnya yang ia sampaikan sebelum menutup pembicaraannya, adalah ia meminta agar siapapun tidak menganggap enteng masalah narkoba. Menurutnya, sepanjang seseorang atau keluarganya tidak terkena maka akan merasa biasa saja, tapi jika sudah ada yang terkena, maka akan marah luar biasa.

Senada dengan pernyataan Da’i tentang pemanfaatan masyarakat, mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar BNN), Togar Sianipar menyampaikan harapan agar BNN bisa lebih memberdayakan peran serta masyarakat, khususnya masyarakat maritim.

Sebelum mengakhiri pembicaraannya, sebagai orang yang pernah memimpin di BNN, Togar mengaku tetap siap diberdayakan untuk memberikan kontribusinya pada masyarakat dalam rangka mengampanyekan bahaya narkoba.



Sumber: Beritasatu.com/PR