Diperiksa, Kivlan Bantah Soal Aliran Dana Habil Marati Buat Beli Senjata

Diperiksa, Kivlan Bantah Soal Aliran Dana Habil Marati Buat Beli Senjata
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) meninggalkan Bareskrim Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin 13 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / FER Senin, 17 Juni 2019 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Kivlan Zen, rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait aliran dana dari tersangka Habil Marati. Dalam pemeriksaan, Kivlan membantah kalau dana itu untuk membeli senjata api.

"Memang tadi pemeriksaan sudah selesai. Pemeriksaan lumayan lama dari jam 11.00, istirahat beberapa kali, sholat dan sebagainya kemudian selesai barusan. Hanya konfirmasi tentang aliran dana," ujar kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, di Polda Metro Jaya, Senin (17/6/2019).

Dikatakan Yuntri, penyidik memberikan sekitar 23 pertanyaan kepada kliennya. Kivlan membantah kalau aliran dana dari Habil digunakan untuk pengadaan senjata api.

"Ada 23 (pertanyaan) lebih kurang. Jadi sudah kita bantah semua tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata tidak ada. Intinya itu," ungkap Yuntri.

Sebelumnya, Yuntri menyampaikan, kliennya memang mendapatkan dana 4.000 Dollar Singapura dan Rp 50 juta, namun bukan untuk membeli senjata.

"Beliau pernah bercerita ke kami, semua aliran dana itu nggak ada hubunganya dengan pembelian senjata dan tidak ada hubungan dengan masalah pembunuhan dan sebagainya. Itu hanya untuk, beliau kan komitmen dan konsisten untuk anti komunis. Dalam momentum Supersemar 11 Maret, (tersangka) Iwan itu ditugaskan untuk demo, dan dia menyanggupi 1.000 orang dari Banten dan sebagainya. Nyatanya tidak ada dan kemudian menghilang. Dicari pak Kivlan untuk pertanggungjawaban, tidak ketemu. Kemudian ada lagi aliran dana Rp 50 juta untuk tur ke daerah-daerah untuk antisipasi gerakan komunis, hanya itu" kata Yuntri.

"Mengakui (ada aliran dana), tapi tidak sesuai informasi. Hanya untuk demo dan tidak ada kaitan untuk pembelian senjata, tidak ada sama sekali," tambahnya.

Sementara itu, Kivlan bungkam usai menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam, mulai dari jam 11.00 hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Kivlan langsung berlari menuju mobil -menghindari awak media- ketika keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com