Ratna Akui Kebohongannya Merupakan Perbuatan Terbodoh Selama Hidup

Ratna Akui Kebohongannya Merupakan Perbuatan Terbodoh Selama Hidup
Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 18 Juni 2019 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet, mengakui kebohongan yang diproduksinya tentang penganiayaan merupakan perbuatan terbodoh selama hidupnya.

Hal itu, disampaikan Ratna dalam sidang kasus berita bohong, dengan agenda pembacaan nota pembelaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Saya mengakui bahwa sebagai aktivis demokrasi dan seniman yang selalu menyuarakan kemanusiaan, kebohongan itu merupakan perbuatan terbodoh yang (pernah) saya lakukan selama hidup saya," ujar Ratna.

Dikatakan Ratna, akibat dari kebohongan itu, dirinya mendapatkan sanksi sosial yang luar biasa berat dari masyarakat.

"Saya dianggap sebagai ratu pembohong. Sanksi sosial sebagai pembohong itu telah menghancurkan nama baik dan reputasi saya, mengakhiri sejarah perjuangan-perjuangan saya, dan saya menerima semuanya sebagai konsekuensi dari perbuatan saya yang telah mengecewakan banyak orang," ungkap Ratna.

Pada kesempatan itu, Ratna kembali menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak dan masyarakat atas kebohongannya.

"Atas kebohongan itu, secara terbuka, mengacu pada konferensi pers yang saya lakukan tanggal 3 Oktober 2018, pada persidangan ini, di depan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum serta hadirin persidangan ini, saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pihak-pihak lain atas kebohongan saya itu," kata Ratna.



Sumber: BeritaSatu.com