Polri Bantah Mata-matai Grup WhatsApp

Polri Bantah Mata-matai Grup WhatsApp
Logo WhatsApp. ( Foto: AFP )
Farouk Arnaz / FMB Selasa, 18 Juni 2019 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri membantah jika pihaknya mematai-matai percakapan di WhatsApp grup (WAG). Korps baju cokelat itu meluruskan pernyataan sebelumnya apabila mereka terkesan aktif memantau percakapan di WAG yang kemudian memicu perdebatan dan kontroversi karena dianggap melanggar ruang privasi warga negara itu.

Adalah Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo yang sebelumnya mengatakan Direktorat Siber melakukan patroli siber ke grup-grup yang sudah terindikasi menyebarkan konten-konten hoax. Pernyataan Ricky ini terkait saat polisi berhasil menangkap YM(32), warga Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat yang menulis hoax di WAG "kasus Kivlan Zen direkayasa aparat".

Pernyataan Ricky inilah yang kemudian diluruskan oleh Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri Selasa (18/6/2019). Menurut Asep, polisi menangkap YM bukan karena polisi memata-matai WAG tersebut.

”Ini harus saya luruskan, pengungkapan kasus (YM) yang kemarin menggunakan WhatsApp itu adalah sebuah capture, bukan kita langsung mengawasi percakapan di WhatsApp. Di medsos kan ada yang bersifat tertutup dan terbuka, ketika di medsos yang bersifat tertutup, (misal) di WhatsApp lalu di-capture, (dan lalu capture itu tersebar) ke beberapa platform yang terbuka maka kemudian itu menjadi mudah untuk dilakukan proses lidik,” kata Asep.

Menurut Asep segala sesuatu yang bersifat investigasi terhadap bukti harus didasari pada hukum. Polisi tidak bisa begitu saja masuk tetapi harus melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku.



Sumber: BeritaSatu.com