Habil Marati, Kivlan Zen, dan Iwan Dikonfrontasi soal Aliran Dana

Habil Marati, Kivlan Zen, dan Iwan Dikonfrontasi soal Aliran Dana
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/ )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 18 Juni 2019 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Habil Marati, menjalani pemeriksaan konfrontasi dengan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan alias Iwan dan beberapa saksi lainnya, terkait aliran dana yang diduga dipakai untuk pembelian senjata api ilegal, di Mapolda Metro Jaya.

"Agenda konfrontasi antara tersangka Habil Marati dengan para saksi-saksinya, termasuk Pak Kivlan, terkait aliran dana yang dijadikan untuk pembelian senpi ilegal dan pembunuhan para tokoh," ujar kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/6/2019).

Dikatakan Yuntri, pemeriksaan konfrontasi ini berkaitan dengan kasus aliran dana dengan tersangka Habil Marati.

"Tersangka di sini hanya Pak Habil. Sedangkan yang lain hanya saksi. Iya (termasuk Iwan), dia kan ada rangkaian dengan aliran dana dengan Pak Habil. Kami berharap ini clear, dan Pak Kivlan sudah menangkalnya semua," ungkap Yuntri.

Yuntri menyampaikan, apabila dalam konfrontasi ini tidak terbukti aliran dana itu untuk pembelian senjata api, maka Kivlan seharusnya dapat dibebaskan.

"Dengan adanya konfrontasi antara Pak Kivlan dan Habil sebagai sumber dana, dan pihak terkait, ini bisa clear. Bisa jelas. Jadi dikonfrontir saja, digelar perkara saja sekalian, siapa yang salah nanti terlihat. Kalau seandainya dia benar, nanti dibebaskan," kata Yuntri.

Menurut Yuntri, Kivlan memang menerima dana, tetapi tidak untuk membeli senjata api. "Tidak sama sekali untuk membeli senjata api. Di sana dana yang dari Pak Habil itu ditujukan untuk demo antikomunis dan PKI," tandasnya.