Bantah Pantau Grup WA, Polri: Itu Impossible

Bantah Pantau Grup WA, Polri: Itu Impossible
Logo WhatsApp. ( Foto: AFP )
Farouk Arnaz / JAS Rabu, 19 Juni 2019 | 14:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri kembali membantah jika pihaknya mematai-matai percakapan di WhatsApp grup (WAG). Korps baju cokelat itu menyatakan tindakan itu impossible alias tidak mungkin dilakukan.

Enggak mungkin juga cukup tenaga dan teknologi yang dimiliki. Ada hampir 150 juta manusia Indonesia yang menggunakan HP dan pengguna HP aktif saat ini sudah 330 juta (karena ada yang pakai dua HP). Itu imposible kita lakukan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (19/7/2019).

Pernyataan ini meluruskan pernyataan sebelumnya apabila Dit Siber terkesan aktif memantau percakapan di WAG. Pernyataan ini kemudian memicu perdebatan dan kontroversi karena dianggap melanggar ruang privasi warga negara.

“Saya meluruskan kembali. Kemarin saya sudah tanyakan langsung kepada penyidik Dit Siber tentang narasi tersebut (adanya patroli grup WAG). Dit Siber menyampaikan bahwa pelaksanaan patroli WA itu boleh dikatakan tidak dilakukan,” tegasnya.

Yang ada saat ini adalah kegiatan patroli siber dan itu bukan hanya oleh Dit Siber saja tapi dilaksanakan juga oleh Kemenko Info dan BSSN. Kegiatan patroli siber ini untuk pencegahan atau mitigasi terhadap akun yang menyebarkan konten hoax, ujaran kebencian, dan provokasi berbau SARA, sekaligus melakukan literasi digital.

“(Kalau polisi sampai WAG) itu karena penyidik menggali alat bukti yang digunakan oleh pelaku. Sebagian besar pelaku menyebarkan hoax pake medsos. Baik FB atau Twitter maupun medsos lain. Dari situ penyidik menggali dengan labfor digital. ‘Anda menyebarkan koten digital melakui apa? HP misalnya atau PC komputer?’. Ketika pelaku mengatakan bahwa dia menyebarkan hoax menggunakan HP, maka HP itu akan didalami,” urainya.

Dari sinilah penyidik baru menggali HP dan WAG didalamnya itu untuk didalami dan dianalisis serta dipantau siapa yang paling getol untuk ikut menyebarkan.



Sumber: BeritaSatu.com