Bantah Rekayasa Kasus Kivlan, Polri: Sidangnya Nanti Terbuka

Bantah Rekayasa Kasus Kivlan, Polri: Sidangnya Nanti Terbuka
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan Bareskrim Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin 13 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Farouk Arnaz / YUD Rabu, 19 Juni 2019 | 16:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polisi membantah telah melakukan rekayasa terkait dugaan makar, percobaan pembunuhan, dan kepemilikan senjata api yang ada kaitannya dengan Mayjen (pur) Kivlan Zen.

“Kalau (bantahan) itu merupakan hak konstitusional yang bersangkutan dalam pemeriksaan, silahkan saja. Dalam hal ini Polri tetap profesional melakukan proses penyidikan yang dilakukan selama ini,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (19/6/2019).

Polri, masih kata Dedi, sesuai dengan Pasal 148 KUHAP di mana dalam pembuktian, tidak hanya menggali keterangan tersangka di mana itu urutan kelima. Polri juga menggali alat bukti lain baik keterangan saksi, keterangan saksi ahli, bukti petunjuk, dan surat.

“Itu semua didalami oleh penyidik, kalau misalkan tersangka tidak mengakui perbuatannya, itu merupakan hak konstitusional yang bersangkutan. Itu nanti akan dibuktikan dalam proses persidangan pengadilan secara transparan, terbuka, dan jujur adil. Silahkan,” tambahnya.

Kivlan ditahan polisi juga dengan dugaan memberikan perintah langsung para tersangka kasus penyelundupan senjata untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan testimoni terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan ini.

Yang diincar yakni Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Jenderal (pur) Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (pur) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Komjen (pur) Gories Mere.



Sumber: BeritaSatu.com