KPU: Keterangan Saksi Prabowo-Sandi Tidak Relevan dan Untungkan KPU

KPU: Keterangan Saksi Prabowo-Sandi Tidak Relevan dan Untungkan KPU
Ahli IT Hermansyah (kanan), yang juga saksi ahli dihadirkan pemohon BPN, memberikan keterangan dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu 19 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / YS Rabu, 19 Juni 2019 | 22:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kuasa Hukum KPU Ali Nurdin menilai, keterangan saksi yang dihadirkan Prabowo-Sandi di persidangan perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (19/6/2019) tidak relevan dengan dalil-dalil yang diajukan Prabowo-Sandi.

"Keterangan saksi tidak relevan, apalagi dengan hasil pemilu sesuai dengan kewenangan MK," ujar Ali di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Menurut Ali, keterangan saksi tidak relevan mengungkapkan soal selisih hasil pemilu yang sudah ditetapkan KPU. Menurut dia, keterangan saksi sama sekali belum menunjukkan adanya pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Semua saksi pemohon, semua menguntungkan KPU," tandas dia.

Ali mencontohkan keterangan saksi Prabowo-Sandi ketiga, Hermansyah yang merupakan ahli IT dalam menjelaskan soal situng. Dalam kesaksiannya, kata Ali, saksi Hermansyah mengaku bahwa situng tidak berpengaruhi terhadap hasil Pemilu 2019.

"Saksi mengatakan bahwa memang yang digunakan untuk rekap suara hasil itu memang rekap berjenjang. Artinya dia mengakui situng tidak berpengaruh kepada hasil pemilu," tutur Ali.



Sumber: Suara Pembaruan