KPK Minta Menag dan Gubernur Jatim Bersaksi di Sidang Jual Beli Jabatan

KPK Minta Menag dan Gubernur Jatim Bersaksi di Sidang Jual Beli Jabatan
Khofifah Indar Parawansa. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YS Kamis, 20 Juni 2019 | 00:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir bersaksi dalam sidang perkara dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag) dengan terdakwa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hal ini lantaran kehadiran keduanya sebagai saksi dinilai penting dalam perkara tersebut.

"Jadi karena di persidangan ini sangat dibutuhkan kehadiran para saksi," kata Jubir KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Hal itu disampaikan Febri menyusul ketidakhadiran Lukman dan Khofifah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada hari ini. Keduanya batal bersaksi dengan alasan ada kegiatan yang tak dapat ditinggalkan. Lukman disebut tengah bertugas di luar negeri sedangkan Khofifah menghadiri kegiatan RUPS BUMD.

"Jadi saya dapat informasi juga dari JPU hari ini sebenarnya direncanakan pemeriksaan di persidangan untuk Menteri Agama dan Gubernur Jatim. Namun mereka mengirimkan surat tidak bisa dilakukan pemeriksaan hari ini," kata Febri.

Atas ketidakhadiran itu, Jaksa KPK kembali memanggil keduanya. Lukman dan Khofifah dipanggil untuk bersaksi dalam persidangan di ngadilan Tipikor pada Rabu (26/6) mendatang. Febri berharap keduanya memenuhi panggilan Jaksa. Selain itu, Febri berharap Lukman dan Khofifah memberikan keterangan sebenarnya di hadapan Majelis Hakim.

"Sesuai dengan jadwal yang ditentukan tentu kami harap tidak ada penjadwalan ulang berikutnya. Jadi pada 26 juni tersebut atau pada hari Rabu minggu depan saksi bisa hadir dan memberikan keterangan secara sebenar-benarnya dengan data yang sebenarnya di depan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi," harapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemag) Mohamad Nur Kholis Setiawan menyebutkan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin siap memasang badan agar Haris Hasanudin lolos seleksi dan dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemag Jawa Timur (Kakanwil Kemag Jatim).

Padahal, Nur Kholis mengaku sudah melaporkan kepada Lukman bahwa Haris tidak lolos seleksi. Bahkan, Nur Kholis mengklaim telah menyampaikan kepada Lukman mengenai rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk tidak meloloskan Haris karena pernah mendapat sanksi disiplin. 



Sumber: Suara Pembaruan