Saksi Prabowo-Sandi Mengaku Diintimidasi

Saksi Prabowo-Sandi Mengaku Diintimidasi
Saksi Prabowo-Sandi Curigai Tumpukan Dokumen Negara di Kantor Kecamatan Juwangi ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Ahmad Salman / AIS Kamis, 20 Juni 2019 | 00:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saksi dari Tim Hukum Prabowo-Sandi Betty Kristiana mengemukakan soal penemuan tumpukan dokumen negara berupa amplop yang bertanda tangan, lembaran hologram segel suara hologram serta segel suara pengunci di halaman Kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 18 April 2019 pukul 19.30 WIB.

Setelah kejadian tersebut, saksi Betty mengaku mendapat intimidasi setelah mengupload ke Youtube. "Hape WA dan FB saya dikloning orang. Saya dituduh merencanakan pengeboman di KPU oleh suami istri," kata Betty.

"Di situ dikatakan seolah-olah saya. Padahal hape saya sebelum dikloning, hape saya seketika mati lalu ada di WA dan FB berbunyi seperti itu. Padahal hape saya mati, tidak bisa diaktifkan," jelas Betty di persidangan sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Betty juga dituduh suaminya sedang merakit bom. Padahal, pengakuan Betty, dirinya belum bersuami.

Saksi Betty juga mengaku tidak menerima ancaman langsung ke dirinya. "Hanya saja saya merasa jiwa saya merasa terancam," ucap Betty.



Sumber: BeritaSatu TV