Eggi Sudjana Minta Penyidikan Kasusnya Dihentikan

Eggi Sudjana Minta Penyidikan Kasusnya Dihentikan
Eggi Sudjana memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan makar, di Mapolda Metro Jaya, Senin, 13 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 20 Juni 2019 | 18:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Eggi Sudjana, melalui kuasa hukumnya mengajukan surat permohonan penghentian penyidikan terkait kasus dugaan makar. Sebab, penyidik dinilai belum cukup memiliki alat bukti.

"Mengajukan penghentian penyidikan dalam kasus makar ini. Mengajukannya ke Kapolda Metro Jaya dan Kapolri. Jadi menurut pandangan kami ini kasus belum cukup 2 alat bukti sehingga harus logikanya, seyogyanya, dihentikan," ujar salah satu kuasa hukum Eggi, Alamsyah Hanafiah, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/6/2019).

Dikatakan Alamsyah, pihaknya sudah menyiapkan surat permohonan penghentian penyidikan atas permintaan Eggi.

"Alasannya kurang cukup dua alat bukti. Kemudian lokusnya terjadi di Kertanegara, di mana di Kertanegara itu tidak ada pemerintah. Kertanegara itu hanya rumah rakyat biasa. Karena di dalam kasus makar ini harus ada perbuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Di mana lokasi pemerintah? Pemerintah itu kan di gedung-gedung pemerintah bukan di Kertanegera," ungkapnya.

Alamsyah menyampaikan, perbuatan makar harus timbul dari perbuatan, bukan baru sekadar ucapan. "Kasus makar itu harus timbul dari perbuatan, bukan ucapan. Kalau ucapan pasalnya bukan pasal makar, tapi penghinaan terhadap presiden," katanya.

Menyoal polisi menyatakan alat bukti sudah cukup untuk menetapkan Eggi sebagai tersangka, Alamsyah menuturkan, itu hak dari penyidik. Namun, pihaknya menilai alat buktinya belum cukup.

"Jelas itu kan hak daripada penyidik untuk berkeyakinan bahwa mereka cukup alat bukti. Tapi versi kita menurut kuasa hukum menilainya belum cukup 2 alat bukti. Ini versi penilaian daripada kami," jelasnya.

Sementara itu, Alamsyah mengatakan, Eggi mengidap penyakit jantung, sehingga harus dilakukan cek up ke rumah sakit. Kliennya, pun meminta agar bisa dikeluarkan dari tahanan.

"Kesehatannya, dia kan memang ada mengidap jantung, ada surat keterangan sakitnya. Maka kita juga menginginkan dia agar check up, continue ke rumah sakit. Keluhannya ya itu jantung, ini keterangan rumah sakit, dia mengalami sakit jantung," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com