Sebulan Berlalu, Pembunuhan Rusuh Mei Belum Terungkap

Sebulan Berlalu, Pembunuhan Rusuh Mei Belum Terungkap
Aksi 22 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JAS Minggu, 23 Juni 2019 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim investigasi internal Polri masih belum berbuat banyak mengungkap dan menangkap pembunuh sembilan orang yang tewas dalam rentetan rusuh di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 lalu.

“Kita masih menunggu hasil dan (kelak) akan rilis bersama dari tim investigasi gabungan bersama Kompolnas, Komnas HAM, dan Ombudsman,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (23/6/2019).

Artinya akan ada kesimpulan bersama jika rilisnya bersama? “Ya semacam resume hasil kerja dan koordinasi yang dilakukan selama ini,” jawabnya.

Dalam kasus paling berdarah dalam transisi demokrasi setelah 98 itu, penyidik hanya mendapatkan sedikit titik terang terkait jenis proyektil yang menewaskan dua dari sembilan korban tewas itu.

Hasil uji labfor menyebutkan dari tiga proyektil yang didapat dari tubuh korban, yang dilabeli polisi sebagai pelaku perusuh itu—meski belum ada pembuktian secara hukum—adalah kaliber 5,56 mm dan kaliber 9 mm.

Untuk kaliber 9 mm tingkat kerusakan proyektil cukup parah, pecah. Sehingga alur senjata dalam proyektil itu sulit ditemukan.

Untuk diketahui proyektil yang ditembakkan akan mempunyai alur atau gurat tertentu yang spesifik. Alur atau gurat ini akan sesuai dengan laras darimana proyektil itu ditembakkan. Makanya alur atau gurat itu akan dicocokan dengan laras senjata yang diduga digunakan untuk menembak.

Dedi mengakui kaliber itu bisa digunakan senjata standar Polri atau TNI namun juga bisa digunakan senjata rakitan. Contohnya senjata dari konflik yang ada di Papua, di Maluku, dan termasuk tersangka terorisme jaringan MIT.

Yang jelas pasukan pengamanan secara langsung pada tanggal 21 dan 22 Mei, baik Polri maupun TNI, tidak dibekali senjata api dan peluru tajam.

Peluru tajam itu di antaranya diketemukan di jasad dua korban bernama Abdul Azis dan Harun Al Rasyd. Satu korban
bernama Zulkifli juga tertembak peluru tajam dipahanya. Dia bisa diselamatkan dan saat ini sedang dirawat.



Sumber: BeritaSatu.com