Polisi Masih Selidiki Dalang Kerusuhan Massa Mei

Polisi Masih Selidiki Dalang Kerusuhan Massa Mei
Para tersangka kerusuhan di lokasi unjuk rasa di Bawaslu, Petamburan dan Gambir, Jakarta, ditunjukkan di Polda Metro Jaya, 22 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 11:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi terus menyelidiki kasus dugaan makar dan kerusuhan massa di Bawaslu serta beberapa wilayah, di Ibu Kota Jakarta, 21-22 Mei lalu. Siapa dalang atau otak kerusuhan itu masih dalam penyelidikan.

"Belum selesai, masih dalam penyelidikan. Ya nanti kita tunggu perkembangan berikutnya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada Beritasatu.com, Senin, (24/6/2019).

Menyoal perkembangan kasus kerusuhan massa, Argo menyampaikan, penyidik sudah mengirim 70 berkas perkara dari 447 tersangka yang ditangkap.

"Kemarin, yang ditangkapi pertama sudah diajukan ke kejaksaan, sekarang masih menunggu keputusan kejaksaan ya (apakah berkas dinyatakan lengkap P21 atau dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi P19)," ungkapnya.

Argo mengatakan, pemberkasan kasus para tersangka kerusuhan massa merupakan salah satu indikator Polri serius menangani perkara ini.

"Kemarin yang kita tangkap kan sudah, itu salah satu indikator. Berkas perkaranya sudah kita ajukan ke kejaksaan, ada 70 berkas perkara kita buat dari 447 tersangka," katanya.

Sebelumnya Argo menjelaskan, 70 berkas perkara itu ditangani penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebanyak 35 berkas, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya 16 berkas, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya 11 berkas, dan Polres Jakarta Barat delapan berkas.

Argo juga menyampaikan, dari 447 tersangka yang ditangkap buntut kerusuhan massa, 35 orang di antaranya, masih di bawah umur. Tersangka di bawah umur itu sudah diproses secara diversi sesuai sistem peradilan pidana anak, dan menjalani pelatihan di panti sosial. Selain itu, ada juga yang dikembalikan kepada orang tua atau keluarga.

"Ada anak keterbelakangan mental juga dikembalikan ke orang tuanya," ucap Argo.

Ihwal bagaimana perkembangan berkas perkara tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Argo menuturkan, berkasnya masih dalam penelitian kejaksaan.

"Masih di kejaksaan, diteliti, nanti kita tunggu saja," tandasnya.

Diketahui, penyidik Polda Metro Jaya telah rampung menyusun berkas perkara kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. Berkas keduanya pun telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka kasus dugaan makar dan atau menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan suatu keonaran, seperti yang diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Setelah melakukan penangkapan, penyidik kemudian memutuskan menahan Eggi Sudjana, di Rutan Polda Metro Jaya, Selasa (14/5/2019). Alasan penahanan karena subyektivitas penyidik agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri.

Sementara itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap Lieus Sungkharisma, terkait kasus dugaan berita bohong dan makar, di Apartemen Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat, sekitar pukul 06.40 WIB, Senin (20/5/2019).

Penyidik juga telah menetapkan Lieus sebagai tersangka, terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar, yang diatur dalam Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 Juncto Pasal 107.



Sumber: BeritaSatu.com