Polisi Optimistis Dalang Rusuh Mei Terungkap

Polisi Optimistis Dalang Rusuh Mei Terungkap
Massa berhamburan ketika ditembakan gas air mata saat kerusuhan terjadi di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak )
Farouk Arnaz / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 11:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri optimistis dapat menyingkap kabut gelap di balik aksi pembunuhan sembilan orang yang tewas dalam rentetan rusuh 21-22 Mei lalu.

“Ya, kami optimistis. Tetapi detailnya nanti disampaikan oleh tim investigasi gabungan,” kata Karo Penmas Polri Dedi Prasetyo saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (24/6/2019)

Namun Dedi tidak menjawab sejauh apa hasil temuan tim internal Polri itu hingga kini termasuk apakah telah menemukan aktor intelektual dalam kasus yang menjadi noda hitam dalam sejarah demokrasi Indonesia itu.

Sejauh ini Polri memang baru merilis beberapa hal. Misalnya jenis proyektil yang menewaskan dua dari sembilan korban tewas itu.

Hasil uji labfor menyebutkan dari tiga proyektil yang didapat dari tubuh korban, yang dilabeli polisi sebagai pelaku perusuh itu—meski belum ada pembuktian secara hukum—adalah kaliber 5,56 mm dan kaliber 9 mm.

Untuk kaliber 9 mm itu tingkat kerusakan proyektil cukup parah, pecah. Sehingga alur senjata dalam proyektil itu sulit ditemukan.

Dedi mengakui kaliber itu bisa digunakan senjata standar Polri atau TNI namun juga bisa digunakan senjata rakitan.

Contohnya senjata dari konflik yang ada di Papua, di Maluku, dan termasuk tersangka terorisme jaringan MIT.

Yang jelas pasukan pengamanan secara langsung pada tanggal 21 dan 22 Mei, baik Polri maupun TNI, tidak dibekali senjata api dan peluru tajam.

Peluru tajam itu diantataranya diketemukan di jasad kaku dua korban bernama Abdul Azis dan Harun Al Rasyd.

Satu korban bernama Zulkifli juga tertembak peluru tajam dipahanya. Dia bisa diselamatkan dan saat ini sedang dirawat.

Selain itu polisi juga telah mengumumkan lima dari sembilan orang yang tewas itu berasal dari lokasi rusuh yang pecah di Petamburan. Polisi masih mencari empat lokasi korban yang lain.



Sumber: BeritaSatu.com