Bebaskan Kaum Milenial dari Ancaman Narkoba

Bebaskan Kaum Milenial dari Ancaman Narkoba
Hari Anti-Narkotika Internasional 2019 ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 24 Juni 2019 | 13:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyalahgunaan narkoba di kalangan milenial saat ini menjadi permasalahan global di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Dalam World Drugs Reports 2018 yang dikeluarkan oleh The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dari 275 juta penduduk di dunia atau 5,6% dari penduduk dunia berusia 15-64 tahun pernah mengonsumsi narkoba setidaknya satu kali.

Sementara, untuk Indonesia, berdasarkan hasil survei 2018 yang dilakukan oleh BNN dan LIPI di 13 ibu kota provinsi disebutkan, pada kelompok pelajar/mahasiswa penyalahguna narkoba dalam satu tahun terakhir sebesar 3,2% atau setara dengan 2,3 juta orang. Sedangkan, pada kelompok pekerja sebesar 2, 1 % atau sekitar 1, 5 juta pekerja.

Angka ini menjadi peringatan bahwa upaya penanganan permasalahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif tetapi juga harus lebih agresif, terutama bagi generasi yang terlahir pada era milenium. Sebab, masa depan bangsa dan negara berada di tangan kelompok milenial yang akan membawa kehidupan unik dan terbarukan itu.

“Membangun milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba tentu bukan pekerjaan yang mudah,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistyo Pudjo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dikatakan, setidaknya ada tiga hal penting yang layak diperhatikan agar hasilnya benar-benar efektif. Pertama, dalam lingkungan keluarga, yaitu menciptakan hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak.

Kedua, dalam lingkungan pendidikan maupun pekerjaan. Pendidik berkewajiban memberikan edukasi dan informasi yang benar serta lengkap tentang narkoba sebagai bentuk antisipasi terhadap penyalahgunaan.

“Ketiga, dalam lingkungan masyarakat, para tokoh agama, perangkat pemerintahan di semua tingkatan, mulai dari pimpinan tertinggi, aparat penegak hukum, hingga RT/RW harus bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” kata Sulistyo Pudjo.

Selain itu, untuk membuka wawasan, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kesadaran kaum milenial dalam pentingnya perilaku hidup sehat tanpa menyalahgunakan narkoba, BNN akan mengadakan dialog nasional. Tema yang diangkat adalah “Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas”. Acara akan digelar pada momentum Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati pada 26 Juni mendatang.

“Kegiatan ini akan menghadirkan para milenial yang memiliki pengaruh kuat (influencer), tokoh publik, pakar hukum, dan pengambil kebijakan di bidang P4GN,” ujar Sulistyo.

Terlahir pada era globalisasi, kata dia, membuat kaum milenial memiliki keunggulan yang lebih dalam terhadap penguasaan dan adaptasi teknologi. Derasnya arus informasi dan kemudahan dalam mengakses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi milenial dalam menyaring informasi.

“Menguatkan kemantapan karakter milenial dalam menghadapi bahaya narkoba merupakan hal penting, sehingga kegagalan dalam mendidik mereka sama dengan kegagalan membangun bangsa dan negara,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com