Menag Akui Terpaksa Terima Uang dari Pejabat Arab

Menag Akui Terpaksa Terima Uang dari Pejabat Arab
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri), selaku saksi meninggalkan ruangan saat jeda sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 26 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Aichi Halik / AHL Rabu, 26 Juni 2019 | 21:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengakui telah menerima uang sebesar USD30 ribu dari Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Ibrahim.

Menurut Lukman, pemberian uang tersebut terkait kegiatan MTQ Internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Lukman mengatakan, dirinya sudah berusaha menolak uang tersebut namun akhirnya terpaksa dia terima.

"Awalnya saya tidak terima, tapi dia mengatakan ini bentuk hadiah yang kemudian saya tidak mungkin dan tidak boleh menerima itu, namun ia memaksa ya sudah," ungkap Lukman saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap jual-beli jabatan pada lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Menurut Lukman, tradisi orang Arab itu dia senang kalau bisa memberi hadiah.

"Dia bilang, terserah gunakan saja (uangnya) untuk khairiyah, maksudnya untuk kegiatan-kegiatan kebaikan seperti bakti sosial, untuk lembaga pendidikan, dan rumah ibadah," ujar Lukman.

Lukman mengatakan, pemberian uang tersebut karena Syekh Ibrahim mewakili Kedubes Arab puas dengan kegiatan MTQ Internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Uang itu diterima Lukman dari Syekh Ibrahim diruang kerja menteri Desember 2018. Sebelumnya, uang di dalam laci kerja Lukman itu disita oleh penyidik KPK.



Sumber: BeritaSatu TV