Kasus Kivlan Dicicil, Polri: Satu Persatu Ditangani

Kasus Kivlan Dicicil, Polri: Satu Persatu Ditangani
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, 29 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / WM Selasa, 2 Juli 2019 | 13:00 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kakostrad Mayjen (pur) Kivlan Zen yang ditahan polisi dalam kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal masih harus mendekam di Rutan Guntur. Permohonan penangguhan penahanannya belum dikabulkan penyidik dan kasusnya pun dicicil satu persatu.

“Sampai dengan hari ini, informasi yang di dapat dari penyidik Polda Metro Jaya, untuk pemberkasan sudah tahap penyelesaian dan surat permohonan penangguhan penahanan sampai hari ini belum ada informasi dikabulkan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Selasa (2/7/2019).

Pertimbangan penyidik belum mengabulkan permohonan ini karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam pemeriksaan dan kebetulan berkas pemeriksaan juga sudah hampir tahap penyelesaian.

“Kasus yang ditangani Polda Metro Jaya itu hanya terkait masalah kepemilikan senjata api. Satu kasus dulu penyelesaiannya, tidak bisa paralel dua kasus dalam waktu bersamaan. Case by case case dulu kalau (satu kasus) sudah memiliki keputusan pengadilan tetap baru kasus lain diproses. Artinya nunggu satu kasus ini kelar dulu,”  katanya.

Kalaupun nanti ada surat dari Panglima TNI Hadi Tjahjanto terkait penangguhan Kivlan, Dedi mengatakan itu pun tidak langsung di acc. Penyidik bersifat independen dan yang bisa memutuskan dan mempertimbangkan apakah permohonan itu disetujui atau tidak.

“Karena secara teknis penyidik yang paling paham. Jadi kuasa hukum silakan berkomunikasi dengan penyidik setiap saat untuk mendapatkan info langsung dari penyidik. Karena kalau masalah teknis penyidik yang paling paham,” imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com