Khofifah Mengaku Kenal dengan Terdakwa Kasus Jual Beli Jabatan

Khofifah Mengaku Kenal dengan Terdakwa Kasus Jual Beli Jabatan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersiap menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 3 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / FMB Rabu, 3 Juli 2019 | 19:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengklarifikasi hubungannya dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemag Jatim) Haris Hasanuddin yang menjadi terdakwa perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Khofifah yang bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, mengaku mengenal Haris lantaran pernah diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Kanwil Kemag Jatim.

"Kenal dengan Haris sejak menjadi gubernur, kemudian ada rakor kemag dan Pak Haris sebagai Plt (Plt Kakanwil Kemag Jatim) mengundang gubernur menjadi narasumber," kata Khofifah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Namun, Khofifah mengaku tak mengenal secara personal sosok Haris. Dikatakan perkenalannya dengan Haris hanya sebatas Gubernur Jatim dan Plt Kakanwil Kemag Jatim.

"Saya nggak kenal secara personal. Jadi saya diundang sebagai narasumber, saya hadir sampaikan presentasi sesuai dengan tema," katanya.

Jaksa kemudian mengonfirmasi hubungan Khofifah dengan Roziki. Khofifah mengaku mengenal Roziki sebagai Kakanwil Kemag Jatim sebelum Haris. Perkenalannya pertama kali saat Khofifah menjadi Ketua Umum Muslimat NU. Kemudian Muslimat NU kerap melakukan kegiatan bersama Kanwil Kemag Jatim. Saat Khofifah maju dalam Pilkada Jatim, Roziki berdasarkan kesepakatan rapat dipilih sebagai Ketua Tim Sukses. Namun, Khofifah mengaku baru mengetahui Roziki merupakan mertua Haris setelah ramai diberitakan media massa.

"Saya baru tahu setelah ramai di media bahwa Pak Roziki adalah mertuanya Pak Haris," kata Khofifah. ‎

Sementara dengan mantan Ketum PPP, Romahurmuziy alias Rommy, Khofifah mengatakan kenal karena almarhum ibunda Rommy merupakan koleganya saat menjabat anggota DPR.

"Tapi secara khusus tak ada kedekatan dengan Rommy," kata Khofifah.

Untuk itu, Khofifah mengaku heran disebut-sebut sebagai salah satu orang yang merekomendasikan Haris kepada Rommy agar diupayakan menjadi Kakanwil Kemag Jawa Timur. Khofifah juga membantah menjembatani Haris supaya diangkat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jadi Kakanwil Kenag Jatim. ‎Meskipun, kata Khofifah, dia pernah menjadi kader di PPP.

"Dulu saya di PPP, tapi ‎pindah ke PKB saat Pak Rommy belum menjadi pengurus partai," katanya.

‎Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Haris Hasanudin telah menyuap Romahurmuziy alias Romy selaku anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (Menag). Suap sekitar Rp 325 juta itu diberikan Haris kepada Romy dan Lukman agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Romy dan Lukman diduga berperan mengintervensi proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Atas intervensi yang dilakukan Romy dan Lukman, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin.



Sumber: Suara Pembaruan