Khofifah Bantah Rekomendasikan Nama Haris Hasanuddin ke Romy

Khofifah Bantah Rekomendasikan Nama Haris Hasanuddin ke Romy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 3 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / WM Rabu, 3 Juli 2019 | 21:10 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah telah memberikan rekomendasi kepada Romahurmuziy alias Romy yang saat itu menjabat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agar Haris Hasanuddin dipilih sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemag Jatim).

Bantahan ini disampaikan Khofifah saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemag dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemag Gresik Muafaq Wirahadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/7/2019).

"Tidak (pernah merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemag Jatim)," kata Khofifah menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut KPK di persidangan.

Meski demikian, Khofifah mengaku pernah menanyakan proses seleksi yang dijalani Haris kepada Romy. Menurutnya, hal itu dilakukan karena menyampaikan pesan dari pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Kiai Asep Saifuddin Halim yang memintanya menanyakan soal pelantikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil.

"Ada WA di awal Februari. isinya meminta saya hadir pada kampanye 10 April. saya bilang ya Insyaallah saya akan hadir. Kemudian karena saya diminta oleh Kiai Asep menanyakan bahwa Pak Haris sesunggungnya sudah selesai dan kenapa tidak dilantik. Saya diminta tanya," papar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, maksud dari Kiai Asep hanya sebatas menanyakan kelanjutan dari proses pemilihan tersebut. Mengingat, Haris telah terpilih namun belum dilantik. Untuk itu, saat berkomunikasi dengan Romy, Khofifah mengaku menyampaikan pesan Kiai Asep yang khawatir proses pelantikan Haris 'masuk angin'.

"Kebetulan mas Romi WA, jadi saya jawab di WA itu 'awas kanginan' (masuk angin)," katanya.

Sebelumnya, Romy yang telah menyandang status tersangka kasus ini menyeret nama Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin Halim.

Romy menyebut kedua nama tersebut sebagai pihak yang turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin agar dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Haris Hasanudin telah menyuap Romahurmuziy alias Romy selaku anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (Menag).

Suap sekitar Rp 325 juta itu diberikan Haris kepada Romy dan Lukman agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Romy dan Lukman diduga berperan mengintervensi proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Atas intervensi yang dilakukan Romy dan Lukman, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin.

 



Sumber: Suara Pembaruan