JPU Tuntut Joko Driyono 2,5 Tahun Penjara

JPU Tuntut Joko Driyono 2,5 Tahun Penjara
Joko Driyono. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 4 Juli 2019 | 19:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Joko Driyono 2 tahun 6 bulan, lantaran terbukti secara sah melakukan tindak pidana secara bersama-sama merusak dan mengambil barang bukti, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

"Menuntut supaya Ketua dan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joko Driyono dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanan terdakwa," ujar JPU Sigit Hendradi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

Dikatakan Hendradi, Jokdri -panggilan akrab Joko Driyono- terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tidak dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat atau daftat-daftar yang atas perintah penguasa umum terus menerus atau untuk sementara waktu disimpan yang masuk tempat kejahatan dengan memakai anak kunci palsu atau perintah palsu, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Sesuai dengan dakwaan alternatif kedua subsider penuntut umum," ungkap Hendradi.

Hendradi menyampaikan, dalam menyusun tuntutan itu, hal yang meringankan Jokdri yakni, berterus terang mengakui perbuatannya, bersikap sopan dan kooperatif.

"Memberatkan, perbuatan terdakwa menyulitkan penyelidikan kasus lain oleh Satgas Antimafia Bola," katanya.

Sebelumnya, JPU mendakwa Jokdri dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP, Pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, Pasal 235 Juncto Pasal 231 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Namun pada tuntutannya, JPU hanya menuntut Jokdri terkait dakwaan kedua yakni, terbukti bersalah melanggar Pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Diketahui, Jokdri diduga menyuruh sopirnya Muhammad Mardani alias Dani, masuk ke ruangan yang telah terpasang garis polisi dan mengambil DVR server CCTV, notebook serta dokumen, di Ruangan Kantor PT Liga Indonesia, Gedung Rasuna Office Park (ROP) DO-07, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, awal Februari 2019 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com