Menpora Akui Berikan Disposisi Proposal Dana Hibah KONI

Menpora Akui Berikan Disposisi Proposal Dana Hibah KONI
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) bersiap menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / JAS Jumat, 5 Juli 2019 | 09:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku memberikan disposisi terkait proposal dana hibah yang diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk program peningkatan prestasi atlet.

Pengakuan ini disampaikan Imam saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap dana hibah dari pemerintah kepada KONI melalui Kempora dengan terdakwa Deputi IV Kempora Mulyana; PPK Kempora Adhi Purnomo dan staf Kempora Eko Triyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/7/2019).

"Ya pada tahun 2018 tanggal 6 Desember saya lihat ada di meja kerja saya setelah itu saya tahu," kata Imam di persidangan.

Imam mengaku memberikan disposisi terkait proposal dari KONI kepada Mulyana. Menurutnya, segala bentuk setiap surat pengajuan proposal dari masyarakat atau pihak lain yang masuk ke Kempora akan ditindaklanjuti dengan memberikan disposisi kepada kuasa pengguna anggaran terkait.

"Kepada masyarakat yang meminta kami berikan dana, jadi setiap masyarakat yang ajukan permohonan soal olahraga kami fasilitasi sepanjang dananya tersedia di Kementerian," katanya.

Tak hanya kepada Mulyana selaku Deputi IV, Imam juga mengakui memberikan disposisi kepada asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Jaksa pun mempertanyakan alasan Imam memberikan disposisi kepada asistennya tersebut.

"Dalam rangka pengarsipan saja. Kami dituntut untuk pemenuhan kerja sehingga kami bekerja 24 jam," jawab Imam.

Dalam prosesnya, Imam mengatakan bahwa jumlah dana hibah untuk KONI yang disetujui adalah Rp 25 miliar. Namun, kata, Jaksa para saksi lain menyebut angka Rp 30 miliar. Imam mengklaim baru mengetahui jumlah tersebut setelah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

"Seingat saya Rp 25 miliar itu dan saya memahami kemudian setelah ada OTT itu Rp 30 miliar," katanya.

Dalam putusan terhadap Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini adanya uang sekitar Rp 11,5 miliar yang mengalir ke Imam Nahrawi. Uang itu diserahkan Ending kepada Imam melalui Ulum dan staf protokol Kemenpora, Arief Susanto. Meski Imam dan stafnya membantah, majelis hakim menyatakan pemberian uang itu diakui oleh para terdakwa dan saksi lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan