Pengeroyokan di Kampung Bali, 10 Polisi Disanksi Kurungan

Pengeroyokan di Kampung Bali, 10 Polisi Disanksi Kurungan
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Jumat, 5 Juli 2019 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengungkap hasil pemeriksaan terhadap anggota Brigade Mobil (Brimob) yang diduga melakukan pengeroyokan saat melakukan penangkapan di Kampung Bali, Tanah Abang, dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei di depan Bawaslu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Polri sudah memproses 10 anggota yang diduga menyerang warga sipil itu dan sudah menjalani sidang disiplin.

"Dari sidang disiplin itu 10 anggota tersebut akan dijatuhi hukuman penahanan di ruang khusus selama 21 hari," kata Dedi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Dedi menjelaskan, proses hukum terhadap 10 anggota Polri yang melakukan pengeroyokan selanjutnya bakal diserahkan ke satuan Brimob untuk diproses secara internal di Polda setempat.

"Itu nanti kesatuan setempat yang akan melakukan proses penindakan sesuai ketentuan yang berlaku, baik itu hukuman disiplin maupun ketentuan-ketentuan lain, bisa kode etik," kata Dedi.

Dedi menjelaskan kejadian di Kampung Bali berawal dari tindakan spontanitas yang dilakukan anggota Brimob yang melihat komandannya diserang dengan panah.

"Tindakan ini dilakukan secara spontan. Ada komandan kompi dipanah, terkena panah beracun. Tapi yang bersangkutan memakai bodyvest, namun panah tersebut sempat menancap di bodyvestnya," ujar Dedi.

Menurut Dedi, pelaku yang melakukan serangan panah beracun itu adalah Andri Bibir dan Markus yang masih dirawat di RS Bhayangkara.

"Melihat komandannya diserang para perusuh maka spontan anggota tadi melakukan pencarian siapa pelakunya," kata Dedi.



Sumber: BeritaSatu TV