Sidang Praperadilan Kivlan Zen Ditunda

Sidang Praperadilan Kivlan Zen Ditunda
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen berjalan dengan kawalan petugas kepolisian seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Bayu Marhaenjati / FMB Senin, 8 Juli 2019 | 14:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menunda sidang gugatan praperadilan tersangka Kivlan Zen, karena pihak termohon, yakni Polda Metro Jaya, tidak menghadiri persidangan. Sidang selanjutnya, bakal digelar tanggal 22 Juli 2019 mendatang.

"Termohon tidak hadir sampai jam 1 (13.00) saya tunggu. Karena itu harus dipanggil lagi. Ketika sudah ada dua pihak kita mulai persidangan. Saya putuskan sidang selanjutnya tanggal 22 Juli," ujar Hakim Tunggal Ahmad Guntur, di Ruang Sidang HR Purwoto S Gandasubrata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Pada persidangan, terjadi perdebatan cukup alot antara hakim dengan kuasa hukum tersangka Kivlan Zen, Tonin Singarimbun, mengenai jadwal persidangan selanjutnya.

Tonin menyampaikan permohonan agar persidangan jangan ditunda terlalu lama karena berkaitan dengan masa penahanan dan status kliennya. Sebab apabila sidang praperadilan diundur selama dua pekan, dikhawatirkan perkara kliennya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Merespon hal itu, Hakim Guntur mengungkapkan, jadwal persidangan yang harus ditangani sangat padat. Sehingga, sidang praperadilan Kivlan baru bisa dijadwalkan kembali, pada tanggal 22 Juli mendatang.

"Jadi begini Pak. Praperadilan di PN Jakarta Selatan itu tidak sedikit. Hakim itu bisa pegang praperadilan tiga perkara (sebulan). Minggu depan saya sudah jadwalkan perkara nomor 69, jadi tidak bisa minggu depan. Karena bentrok nantinya. Jadi harus dimaklumi," ungkap Guntur.

Sementara itu, Tonin terus memohon agar hakim tidak menunda persidangan hingga dua pekan, dan mengusulkan sidang dilanjut, Rabu (10/7/2019) lusa.

"Kami usul Rabu besok yang mulia. Kami mohon yang mulia, saya mengusulkan kalau besok lusa sampai Senin sudah dialokasikan," kata Tonin.

Tapi, Hakim Guntur tetap pada pendapatnya dan memutuskan sidang dilanjutkan tanggal 22 Juli mendatang. Sebab jadwal persidangan cukup padat, dan semua orang memiliki kepentingan hukum yang sama di pengadilan.

"Sidang selanjutnya tanggal 22 Juli, sidang ditutup," tandas Guntur yang kemudian mengetuk palu.



Sumber: BeritaSatu.com