Pengacara Kivlan Zen Kritik Penundaan Persidangan

Pengacara Kivlan Zen Kritik Penundaan Persidangan
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen berjalan dengan kawalan petugas kepolisian seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 8 Juli 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum tersangka Kivlan Zen, Tonin Singarimbun mengaku, keberatan atas putusan hakim yang menunda sidang praperadilan kliennya ditunda selama 2 pekan, pada tanggal 22 Juli 2019 mendatang.

"Tanggapannya ternyata pak Kivlan belum mendapatkan keadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, khususnya untuk waktu persidangan. Jadi mari kita berdoa, kita berduka cita untuk hari ini dimana penundaan 2 minggu itu sudah luar biasa pendzoliman terhadap pak Kivlan," ujar Tonin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Dikatakan Tonin, seharusnya hakim tunggal Ahmad Guntur jangan menunda sidang terlalu lama karena berkaitan dengan masa penahanan dan status kliennya. Sebab apabila sidang praperadilan diundur selama dua pekan, dikhawatirkan perkara pokok kliennya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Ya memang kalau tunda, ya satu minggu dimana mana. Kalau memang di sini overload ya, minta sama Mahkamah Agung tambah hakim, kan gitu. Itu konsekuensi sumpah hakim, sama kayak pengacara, ada 10 klien ya dilayani, jangan alasan banyak kerjaan," ungkapnya.

Tonin melanjutkan, masa penahanan kliennya dalam perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api selama 40 hari sejak tanggal 19 Juni, dan akan habis pada tanggal 27 Juli.

"Pak kivlan tanggal 27 sudah habis penahanannya, mau ngapain lagi. Padahal praperadilan itu kan murah, cepat, efisien, enggak ada itu. Tanggal 22 tidak ada guna, mau ngapain. Tujuh hari sudah tanggal 29, pak Kivlan sudah P21. Ya ngapain, konsekuensi hukumnya itu sudah batal demi hukum, karena sudah jadi terdakwa bukan tersangka lagi," kata Tonin.

Menurut Tonin, dirinya akan melaporkan hakim Guntur ke Ketua PN Jakarta Selatan dan Komisi Yudisial (KY).

"Ini ke ketua pengadilan habis ini saya, saya laporkan. Nggak bener dong. Sudah saya mohon-mohon, perkara dia sibuk ya bagus dong banyak kerjaan.
Oh iya (lapor KY). Sudah main-main ini. Saya sampai mohon-mohon begini loh. Artinya kalau memang nggak bisa, ya satu minggu, nggak bisa alasan banyak perkara, banyak perkara bagus artinya, ada pengadilan," tandasnya.

Sebelumnya, hakim Guntur menunda sidang gugatan praperadilan tersangka Kivlan Zen, karena pihak termohon Polda Metro Jaya tidak menghadiri persidangan. Sidang selanjutnya, bakal digelar tanggal 22 Juli 2019 mendatang.

"Termohon tidak hadir sampai jam 1 (13.00) saya tunggu. Karena itu harus dipanggil lagi. Ketika sudah ada dua pihak kita mulai persidangan. Saya putuskan sidang selanjutnya tanggal 22 Juli," kata Guntur.

Guntur memutuskan menunda persidangan selama dua pekan, karena jadwal sidang yang padat. Pekan depan, dirinya sudah dijadwalkan memimpin sidang perkara nomor 69, sehingga harus menunda sidang Kivlan dua minggu ke depan.

"Jadi begini pak. Praperadilan di PN Jakarta Selatan itu tidak sedikit. Hakim itu bisa pegang praperadilan tiga perkara. Minggu depan saya sudah jadwalkan perkara nomor 69, bisa cek di SIPP. Jadi tidak bisa minggu depan karena bentrok nantinya. Jadi harus dimaklumi," ungkap Guntur.



Sumber: BeritaSatu.com