Gerah Dituding soal Senjata, Kivlan Lawan Jenderal Polisi

Gerah Dituding soal Senjata, Kivlan Lawan Jenderal Polisi
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, 29 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JAS Selasa, 9 Juli 2019 | 12:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (pur) Kivlan Zen menyatakan “perang” dengan polisi. Kivlan yang ditahan polisi dalam kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal dan masih mendekam di Rutan Guntur itu terus melawan.

Pascapermohonan penangguhan penanannya tidak dikabulkan penyidik dan kasusnya dicicil satu persatu, Kivlan pun telah mempraperadilkan polisi. Yang terbaru Kivlan melaporkan dua polisi aktif ke Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri.

Menurut pengacara Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun, kliennya merasa dipojokkan oleh pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dan Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam.

“Kami melaporkan hoax yang diberitakan Iqbal dan Ade Ary pada 11 Juni 2019 di Kemenkopolhukam. Iqbal beberapa kali juga menyebarkan berita senjata yang dikaitkan (Kivlan). Padahal Kivlan tidak terkait dengan itu,” kata Tonin, Selasa (9/7/2019).

Awalnya mereka hendak membawa tuduhan yang mereka sebut hoax itu ke Bareskrim. Namun karena keduanya polisi aktif mereka diarahkan ke Profesi dan Pengamanan (Propam). Hingga hari ini prosesnya sudah sampai Paminal Polri.

“Makanya Iqbal sekarang sudah tidak nongol lagi (di media), yang disuruh kan Karo-nya Brigjen Dedi (Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo). Kalau nanti hakim Jaksel (Jakarta Selatan) memenangkan praperadilan Pak Kivlan, akan kami propamkan juga Dedi itu. Udah tanggung, sekalian 'perang' lah,” tegasnya.

Di sisi lain Iqbal mengaku tidak resah dengan laporan itu. Dia justru memuji itu memang jalur yang benar. Dia mempersilakan masyarakat melaporkan dugaan kekeliruan apapun yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

“Termasuk saya selaku Kadiv Humas yang menyampaikan informasi. Kita serahkan kepada Propam saja,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com