Tim Novel Berakhir Tanpa Hasil, Polri: Nanti Disampaikan

Tim Novel Berakhir Tanpa Hasil, Polri: Nanti Disampaikan
Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 9 Juli 2019 | 18:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Gabungan yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Novel Baswedan ternyata tak mampu berbuat banyak.

Tim yang telah berakhir masa kerjanya itu gagal menemukan pelaku sadis yang tega melukai penyidik senior KPK itu. Tim bahkan belum berbunyi menyampaikan kinerjanya kepada publik melalui media.

“Nanti Pak Kadiv Humas yang akan menyampaikan, tetapi yang jelas nanti TGPF itu akan menyampaikan hasilnya ke Mabes dan Mabes akan mempelajari dan tentunya nanti tim teknis akan menyampaikan dan menindaklanjuti,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Selasa (9/7/2019).

Dedi belum mengetahui bagaimana nasib tim eksternal yang berasal dari berbagai macam elemen yang ahli di bidangnya itu. Apakah akan diperpanjang atau tidak. Yang jelas hasil tim menurut Dedi belum dikantongi Mabes Polri.

“Nanti kalau hasilnya sudah dipelajari, Pak Kadiv akan menyampaikan langkah teknis apa yang akan dilakukan oleh Mabes Polri. Sampai hari ini dari TGPF belum menyerahkan hasilnya,” imbuhnya.

Hanya sedikit dari kinerja tim yang dirilis ke publik. Misalnya pada 8-10 April tim melakukan uji alibi dan pendalaman keterangan saksi-saksi dalam kasus yang membuat Novel cacat seumur hidup itu. Uji alibi dan pendalaman keterangan saksi-saksi dilakukan di Maluku.

Menurut anggota tim yang juga Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti yang datang ke Maluku adalah Prof. Amzulian Rifai (Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia/ISHI), dan Hendardi (Ketua Badan Pengurus Setara Institute).

Lalu ada Ifdhal Kasim (Mantan Ketua Komnas HAM dan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2012) dan Nur Kholis (Mantan Ketua Komnas HAM dan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2017).

Tim juga telah mendalami hasil penyidikan tim penyidik, maupun laporan dari Komnas HAM, Ombudsman dan Kompolnas yang sebelumnya melakukan pemantauan terhadap penanganan kasus ini.

Hasil yang diperoleh di Malang, Bekasi, Sukabumi dan Ambon melengkapi penelusuran tim di Jakarta, dimana tim juga mendengar keterangan dari profesor ahli kimia dan dokter ahli mata, serta memeriksa kembali jenderal dan beberapa anggota Kepolisian.

Tapi Poengky tidak menjelaskan siapa jenderal polisi yang diperiksa itu. Sejak awal kasus ini terjadi memang muncul spekulasi jika kasus ini dibeking jenderal makanya tidak terungkap.

Tim juga bekerjasama dengan counterpart dari Inggris dan mencoba memperjelas tayangan CCTV yang merekam aksi penyerangan terhadap Novel.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 Maret 2017. Kedua matanya rusak parah. Novel pun berobat di Singapura.



Sumber: BeritaSatu.com