Hukuman Ratna Hanya Sepertiga dari Tuntutan Jaksa

Hukuman Ratna Hanya Sepertiga dari Tuntutan Jaksa
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, mengikuti sidang pledoi dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Erwin C Sihombing / HA Kamis, 11 Juli 2019 | 17:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratna Sarumpaet divonis pidana 2 tahun penjara setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jaksel memutus yang bersangkutan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan dalam perkara penyebaran berita bohong.

"Menjatuhkan pidana 2 tahun penjara," kata hakim ketua Joni membacakan amar putusan di PN Jaksel, Kamis (12/7).

Majelis hakim menyatakan Ratna terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong.

Vonis yang dijatuhkan jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut pidana 6 tahun penjara kepada terdakwa lantaran terbukti dengan sengaja menyebar berita bohong yang berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Majelis menilai, Ratna dengan sengaja menyebar berita bohong mengenai penganiayaan yang dialaminya di Bandung, dengan memberikan foto wajahnya yang memar kepada sejumlah tokoh. Padahal wajah memarnya disebabkan karena yang bersangkutan baru menyelesaikan operasi bedah plastik sedot lemak.

Menurut majelis, tindakan Ratna telah memenuhi unsur menyebar kebohongan yang berpotensi menimbulkan keonaran dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong.

Baik jaksa penuntut umum maupun penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk menyikapi langkah hukum selanjutnya apakah menerima vonis hakim atau menyatakan banding.

Sebelum memutus perkara, majelis menyebutkan hal-hal yang memberatkan terdakwa antara lain sebagai public figure tidak bersikap bijak. Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa telah berusia lanjut dan telah menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat secara terbuka.

Seusai mendengarkan sidang yang turut dihadiri sejumlah kerabat, Ratna yang telah berusia 69 tahun mengaku vonis tersebut tidak sesuai ekspektasinya yang berharap dibebaskan. Namun putrinya, Atiqah Hasiholan mengaku bersyukur lantaran ibunya divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa.



Sumber: Suara Pembaruan