Keluarga Guru Ajak Tak Pasang Foto Presiden Minta Penangguhan, Ini Kata Polisi

Keluarga Guru Ajak Tak Pasang Foto Presiden Minta Penangguhan, Ini Kata Polisi
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 15 Juli 2019 | 19:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara terus melakukan penyelidikan terhadap kasus guru bimbingan belajar Asteria Fitriani (43) warga Jalan Menteng Gang V Kelurahan Lagoa yang viral di media sosial terkait postingannya mengajak netizen tidak memasang foto Presiden dan Wakil Presiden.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebutkan pihaknya sudah menerima permintaan penangguhan penahanan yang diajukan oleh pihak keluarga.

"Permintaan penangguhan penahanan itu hak tersangka dan diatur oleh Undang-undang, nanti keputusan ada di penyidik yang akan mempelajari permohonan tersebut dan melihat unsur subyektif dan obyektifnya," ujar Budhi Herdi Susianto, di Masjid Madani Mapolres, Jakarta, Senin (15/7/2019) kepada Beritasatu.com.

Budhi Herdi Susianto menjelaskan, unsur subyektif yang dimaksud apakah tersangka akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya atau menghilangkan barang bukti. "Kalau mungkin itu tidak terpenuhi, mungkin bisa dikabulkan dengan melihat unsur obyektif," tambah Budhi Herdi Susianto.

Soal kuasa hukum Asteria Fitriani yang ditunjuk pihak keluarga dirinya belum mendapatkan laporan dari Kasat Reskrim. Budhi hanya mengungkapkan, tersangka yang terancam hukuman pidana penjara 6 tahun memiliki hak untuk didampingi kuasa hukum.

Saat ini kata dia, berkas belum lengkap dan masih dalam proses penyelidikan.

Mengenai kondisi pelaku yang dikabarkan sakit pihaknya akan mencek lebih lanjut. "Selama ini tidak ada keluhan yang disampaikan kepada kami atau sudah dapat diselesaikan kondisinya," tutur Budhi Herdi Susianto.

Adapun yang menjadi pertimbangan penyidik adalah pelaku merupakan ibu rumah tangga. "Anaknya ada lima meski tidak ada yang balita, tapi tetap menjadi pertimbangan kita dalam permintaan penangguhan penahanan," tandas mantan Kapolsek Tanjung Priok itu.

Sebagaimana diketahui, Asteria Fitriani (43) warga Jalan Menteng Gang V Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja diamankan polisi pada Selasa (9/7/2019) lalu akibat postingannya di akun media sosial terkait ajakan untuk tidak memasang foto Presiden dan Wakil Presiden. Dia mengajak cukup memajang foto Gubernur Indonesia Anies Baswedan.

Pasal yang dikenakan terhadap Asteria Fitriani adalah Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 huruf a ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 14 ayat (1) atau ayat (2) atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan