Tim Pakar Kasus Novel Gagal Temukan Tersangka, Polri: Memang Bukan Pro Justisia

Tim Pakar Kasus Novel Gagal Temukan Tersangka, Polri: Memang Bukan Pro Justisia
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Senin, 15 Juli 2019 | 19:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim gabungan pakar dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan dipastikan hanya berhenti di level memberi rekomendasi dan membeber fakta lapangan.

Tim yang bekerja berdasar SK Kapolri Jenderal Tito Karnavian 6 bulan lalu dan telah membuat laporan 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman itu berakhir tanpa menyebut siapa tersangka dalam kasus ini.

“(Untuk sketsa wajah) nanti itu bagian dari tim teknis yang dibentuk oleh Bareskrim. Semua itu didalami dan bagian dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan pakar,” kata Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (15/7/2019).

Intinya, masih kata Dedi, kalau tim teknis larinya ke proses justisia sedangkan kalau tim pakar tidak proses justisia dan bersifat terbuka. Rekomendasinya hanya beberapa catatan dan agar kepolisian melakukan rekomendasi tersebut.

“Kalau tim teknis proses justisia dengan proses penyidikannya itu deduktif (dari motif) dan induktif (dari TKP). Saya enggak hafal siapa saja yang memberi keterangan pada tim tersebut. Yang jelas bukan hanya Pak (Komjen) Iriawan saja,” tegasnya.

Lalu apa yang akan diungkap tim pakar dalam rilis Rabu (17/7) nanti? Dedi menjawab, “Fakta yang ditemukan di lapangan. Fakta hasil pemeriksaan, fakta juga dari berbagai macam pakar itu nanti akan disampaikan.”



Sumber: BeritaSatu.com