Didemo Kasus Novel, ini Respons Mabes Polri

Didemo Kasus Novel, ini Respons Mabes Polri
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / HA Senin, 15 Juli 2019 | 20:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri bersuara lantang terhadap kritik yang ditujukan kepada pihaknya dan tim pakar gabungan yang masih melempem dalam mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Orang yang pesimis itu orang yang memiliki pemikiran yang kerdil. Kita harus optimis dong, optimis. dan tentunya setiap perkembangan proses penyidikan akan disampaikan secara bertahap seperti halnya pengungkapan kasus kerusuhan 21-22 Mei,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (15/7/2019).

Menurut Dedi semua tahap penyidikan harus dilakukan tahap demi tahap, tidak harus terburu-buru karena berisiko salah. Ini sesuai adigium hukum bahwa lebih baik membebaskan 1.000 orang yang pasti bersalah daripada memenjarakan satu orang yang tidak bersalah, ujarnya.

“Itu prinsip itu, tulis itu,” tegasnya.

Sejumlah aktivis menggelar aksi teatrikal di Mabes Polri pada Senin siang. Mereka menggelar demo dan melaporkan kasus ini kepada "polisi tidur" karena kasus yang sudah dua tahun ini tak kunjung terungkap.

Para aktivis itu berasal dari ICW, KontraS, Amnesty Internasional, dan LBH Jakarta. Mereka mendesak dan mendorong penegak hukum menuntaskan kasus Novel karena bila tidak diselesaikan akan jadi preseden buruk ke depan.



Sumber: BeritaSatu.com