Polri Pastikan Tancap Gas Usut Kasus Hukum Pendukung Prabowo

Polri Pastikan Tancap Gas Usut Kasus Hukum Pendukung Prabowo
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JAS Selasa, 16 Juli 2019 | 14:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri kembali memastikan akan tancap gas dan tidak akan kendor dalam melakukan proses hukum terkait sejumlah tersangka yang selama ini identik sebagai pendukung Prabowo Subianto.

“Saya sudah tanya tim penyidik Bareskrim, semua kasusnya on progress artinya tetap berjalan. Juga kalau misalnya yang bersangkutan masih di luar negeri, mau bagaimana. Ya kita masih menunggu dan komunikasi dengan pihak pengacaranya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (16/7/2019).

Saat itu Dedi mengomentari kasus mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir yang jadi tersangka kasus tindak pidana pencucian uang yang masih berada di Arab Saudi dan belum kembali.

“Lanjut (semua). Dari penyidik menyampaikan seperti itu, tetap proses berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya diperkirakan proses hukum kepada mereka yang dekat dengan Prabowo akan melempem pascapertemuan dan jabat tangan hangat antara Joko Widodo dengan Prabowo pada Sabtu (13/7/2019) lalu.

Sejumlah usul memang mengemuka untuk menghentikan sejumlah kasus, khususnya makar, yang menjerat sejumlah tokoh.

Untuk kasus makar yang menjerat Habil Marati, pengacaranya, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan adanya amnesti dan abolisi.

Namun ada juga yang mengusulkan agar kasusnya dihentikan saja di level polisi.

Pendapat itu misalnya datang dari tersangka Kivlan Zein, Lieus Sungkharisma, dan Eggi Sudjana. Pun dari pihak Soenarko juga meminta supaya kasusnya dihentikan.

Kasus-kasus di atas memang masih ditangan polisi. Bahkan hanya Habil dan Kivlan yang masih ditahan sementara sisanya sudah ditangguhkan penahanannya. Berkas mereka pun hingga kini belum dinyatakan lengkap.



Sumber: BeritaSatu.com