Tersebar, Jamaah Islamiah Paling Kuat Ada di Jawa Barat

Tersebar, Jamaah Islamiah Paling Kuat Ada di Jawa Barat
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 16 Juli 2019 | 16:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Densus 88/Antiteror memetakan sel teror Jamaah Islamiah (JI) pascapenangkapan amir atau pemimpinnya yang bernama Para Wijayanto akhir Juni lalu. Sel baru JI diketahui terus berevolusi.

“Sementara ini paling kuat di Jawa Barat. Pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur. Kemudian Sumatera, lalu di Kalimantan tidak banyak. Sulawesi juga tidak banyak dan mereka bisa menembus hingga ke Papua Barat,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Selasa (16/7).

Pengajian dijadikan modus pengembangan dan pendekatan jaringan teror lawas yang mengebom Bali pada 2002 dan 2005 itu. Mereka menyebarkan pahamnya karena menilai pahamnya yang paling benar.

Seperti diberitakan Para sebagai amir ternyata melakukan pengembangan organisasi yang mati suri ini semakin bagus. Ada deputi umum JI, sekretaris, dan bendaraha JI yang kemarin diamankan di Magetan, Jatim.

Kemudian ada beberapa kurir JI dimana mereka sudah menyiapkan strategi antara lain dengan membuat tamkin atau penguasaan wilayah di beberapa wilayah yang diperkuat karena dia sudah membentuk organisasi yang lebih modern.

Dalam organ JI juga ada penyandang atau pencari dana yang memiliki basic ekonomi. Mereka juga melakukan rekrutmen lebih tertutup dimana hasil rekrutmen dilatih dan diberikan kesempatan keluar negeri mengikuti praktik perang di Suriah maupun Irak.

Mereka juga melakukan propaganda dengan menggunakan medsos maupun media sendiri kemudian dalam rangka membentuk opini tentang kelompok tersebut. Kelompok ini juga melakukan pendekatan terhadap tokoh agama dan masyarakat.

Mereka juga punya silent teror dan mempersiapkan managemen chaos yaitu melihat dinamika di masyatakat dimana ketika terjadi demo, dia bisa melakukan serangan secara silent dan membuat chaos kemudian melakukan polarisasi umat serta pembentukan daulah.



Sumber: BeritaSatu.com