Pegawai KPK Desak Polisi Umumkan Nama Pelaku Teror Novel

Pegawai KPK Desak Polisi Umumkan Nama Pelaku Teror Novel
Novel Baswedan Ungkap Kunci Pengungkapan Kasus Penyerangan Dirinya ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Fana Suparman / MPA Selasa, 16 Juli 2019 | 20:05 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) mendesak Kepolisian mengumunkan secara terang nama pelaku teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Diketahui, Kepolisian berencana menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar terkait kasus Novel pada Rabu (17/7/2019) besok.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian. sehingga saya pikir jika besok sudah disebut nama pelakunya," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Dengan disebut nama pelakunya, Yudi meminta kepolisian bergerak cepat membekuk pelaku lapangan maupun aktor intelektual. Yudi mengatakan, masyarakat juga menanti hasil kerja kepolisian dalam menuntaskan kasus teror terhadap Novel yang terjadi April 2017 atau lebih dari dua tahun lalu.

"Seperti saya sampaikan bahwa terungkapnya pelakunya bang Novel tentu akan menjadi terbukanya Kotak Pandora terhadap pelaku pelaku teror yang lainnya," katanya.

Selain itu, WP-KPK juga meminta kepada kepolisian dan tim pakar untuk memperjelas apa motif politik dibalik penyerangan Novel. Diketahui tim gabungan bentukan Tito sempat menyebut ada motif politik dibalik penyerangan Novel.

"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas Siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap bang novel. Bang Novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih Kami mencari siapa pelakunya," katanya.

Menurutnya, pengungkapan pelaku maupun motif teror terhadap Novel penting dilakukan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. WP-KPK, kata Yudi akan menunggu dan menyimak dengan seksama konferensi pers yang digelar Polri besok.

"Kami meminta kepada semua pihak yang selama ini berbantah-bantahan yang selama ini menyampaikan praduga-praduga dan sebagainya untuk berhenti dan kemudian juga untuk untuk menunggu hasil dari tim pencari fakta yang akan disampaikan oleh Kapolri sehingga semua bisa jelas semua bisa terpilah-pilah bahwa tidak ada lagi spekulasi-spekulasi," katanya.

WP-KPK menilai tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dianggap gagal jika tidak diumumkan pelaku dan motif teror terhadap Novel. Jika demikian, WP-KPK menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang langsung bertanggung jawab kepada presiden.

"Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa kami ingin agar dibentuk tim gabungan pencari fakta yang independen," katanya.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tim bentukan Kapolri akan mengumumkan informasi yang komprehensif terkait kasus teror terhadap Novel.

"Kita berharap besok itu ada informasi yang lebih komprehensif tentang itu," kata Syarif

Syarif mengaku bersyukur bila pada konpers besok Polri dapat mengungkap siapa pelaku dibalik penyerangan terhadap rekannya di KPK. Sampai saat ini, kata Syarif pihak KPK belum menerima laporan hasil penyelidikan tersebut.
"Kami akan bersyukur kalau sudah ada di identifikasi siapa pelakunya. laporan akhir belum kami terima," katanya.

Diketahui, Kepolisian berencana akan menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar pada Rabu (17/7). Pada konferensi pers pertama yang dilakukan tim pakar minggu lalu, mereka mengatakan akan mengungkap temuan minggu ini.

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibatnya, Novel harus mendapat perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura karena kedua matanya mengalami luka parah. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, termasuk operasi, Novel diizinkan tim dokter untuk kembali ke tanah air dan menjalani rawat jalan. 



Sumber: Suara Pembaruan