KPK Minta Polri Jelaskan Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan

KPK Minta Polri Jelaskan Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan
Sejumlah aktivis anti korupsi melakukan aksi damai dan orasi dukungan untuk Novel Baswedan di Taman Pandang, depan Istana Negara, Jakarta, 11 April 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 17 Juli 2019 | 10:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo meminta Polri untuk memperjelas soal pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ia meminta Polri untuk mengumumkan motif politik yang pernah disinggung oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), terutama siapakah sosok yang terlibat dalam motif politik tersebut.

"Sudah ditemukan pelakunya, karena TGPF ini terdiri dari tim pakar dan kepolisian. Sekiranya Polri bisa langsung menangkap dan mengadili pelakunya, sehingga bisa terungkap semua pelaku yang di lapangan maupun pelaku intelektual," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Yudi berharap Polri segera mengambil langkah tegas untuk menangkap pelaku.

Sebelumnya, sejumlah orang tak dikenal menyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan usai dirinya melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Namun hingga saat ini, Polri belum mampu menemukan pelaku maupun aktor intelektual kasus tersebut.



Sumber: BeritaSatu TV