Dalami Transaksi Lintas Negara di Kasus Garuda, KPK Periksa Lagi Emirsyah Satar

Dalami Transaksi Lintas Negara di Kasus Garuda, KPK Periksa Lagi Emirsyah Satar
Emirsyah Satar. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Fana Suparman / FMB Rabu, 17 Juli 2019 | 16:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Rabu (17/7/2019). Emirsyah bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015.

"ESA (Emirsyah Satar) diperiksa sebagai tersangka," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Emirsyah telah memenuhi panggilan penyidik. Namun, Emirsyah memilih langsung bergegas masuk ke lobi Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang dijalani Emirsyah pada Rabu (10/7) pekan lalu. Saat itu, tim penyidik mendalami Emirsyah terkait adanya dugaan aliran dana lintas negara. Aliran dana dengan menggunakan puluhan rekening ini ditemukan penyidik dalam proses penyidikan kasus ini. Diduga, pemeriksaan hari ini masih berkaitan dengan hal yang sama.
Diketahui, KPK menetapkan Emirsyah Satar dan pendiri PT MRA Group, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka pada 16 Januari 2017. Namun hingga saat ini, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda yang menjerat keduanya. Bahkan, Emirsyah dan Soetikno hingga kini belum ditahan KPK.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Emirsyah Satar telah menerima uang sebesar US$ 2 juta dan dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta dari Rolls-Royce melalui Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014.



Sumber: BeritaSatu.com