Ratna Sarumpaet Akhirnya Ajukan Banding

Ratna Sarumpaet Akhirnya Ajukan Banding
Ratna Sarumpaet. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 17 Juli 2019 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet, akhirnya memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis hukuman 2 tahun penjara terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax. Alasannya karena benih-benih keonaran yang menjadi dasar pertimbangan hukum pada persidangan tidak relevan.

"Kami putuskan walaupun kemarin kami sudah berpikiran dan berpendapat tidak usah banding, maka hari ini kita putuskan banding dan sudah terdaftar di pengadilan," ujar penasihat hukum Ratna, Insank Nasruddin, Rabu (17/7/2019).

Menyoal apa alasan akhirnya mengajukan banding, Insank menyampaikan, pihaknya menilai benih-benih keonaran yang menjadi pertimbangan hukum tidak relevan.

"Bahwa benih-benih keonaran ini kami menilai tidak relevan, ketika benih keonaran kemudian dikaitkan dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Karena dalam Pasal 14 tersebut tidak menyebutkan benih-benih. Karena kalau kita bicara benih-benih, artinya kita baru menduga-duga. Sementara di dalam Pasal 14 ayat 1 itu dia harus terjadi keonaran, harus mutlak. Inilah yang kami minta kepastian hukumnya. Mudah-mudahan di Pengadilan Tinggi nantinya bisa lebih menilai ini secara obyektif," ungkap Insank.

Insank menyampaikan, pengajuan banding ini bukan semata karena kepentingan hukum Ratna. Namun, keputusan hukumnya nanti juga bisa menjadi yurisprudensi yang benar dan berkeadilan.

"Kalau yang dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 itu adalah keonaran, terus kita tarik lagi, kita kaitkan lagi dengan benih keonaran, maka dikhawatirkan ini sangat berbahaya sekali. Itu poin pertama. Kedua, kalau demonstrasi, menyampaikan pendapat, konferensi pers dimaknai bibit keonaran, bagaimana eksistensi UUD tentang penyampaian pendapat. Bagaimana undang-undang tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat? Ini menurut kami kontroversi kalau demonstrasi itu dinyatakan sebagai bibit keonaran. Ini yang kami tidak sependapat. Makanya kami mengajukan hal ini untuk kita putuskan, ayo kita ajukan banding," katanya.

Insank menegaskan, pihaknya menilai hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tidak tepat.

"Iya dong. Artinya putusan dua tahun ini, bu Ratna masih keberatan. Kami nilai secara hukum masih belum tepat. Karena dari awal kami katakan perkara ibu Ratna ini tidak ada keonarannya. Yang ada hanya asumsi yang ada dalam pikiran orang, tidak pernah terjadi, kemudian diformulasikan lagi keonarannya menjadi demonstrasi, konferensi pers, orasi. Kalau ini yang kita katakan keonaran kasihan para pendemo nantinya. Akan banyak yang dikatakan apa yang mereka lakukan adalah delik, padahal sudah dijamin di UUD 1945, pada undang-undang tahun 1998 juga," jelasnya.

Insank menegaskan, kliennya sudah mantap untuk mengambil langkah banding ke tingkat pengadilan selanjutnya. Memori banding itu terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor 63/Akta.pid/2019/PN.Jkt.Sel.

"Semalam (sepakat untuk ajukan banding). Kami sudah ajukan bandingnya," tandasnya.

Sebelumnya, pengacara Ratna Sarumpaet, Desmihardi mengatakan, kliennya memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas vonis hukuman 2 tahun penjara.

"Saya ke sini memastikan kepada ibu Ratna Sarumpaet, apakah beliau akan mengajukan banding terhadap putusan yang baru saja kita dengar pada minggu kemarin. Setelah beberapa pertimbangan tadi kami berikan, baik pertimbangan hukum maupun pertimbangan non hukum terutama terhadap masa hukuman yang akan dijalani oleh ibu dan dipotong masa tahanan, maka kami tadi dan beliau juga memutuskan bahwa tidak akan mengajukan banding," ujar Desmihardi, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/7/2019) siang.



Sumber: BeritaSatu.com