TGPF Temukan Motif Serangan Balik Terhadap Novel Baswedan

TGPF Temukan Motif Serangan Balik Terhadap Novel Baswedan
Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kanan) bersama Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Nurcholis, memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Ahmad Salman / AIS Kamis, 18 Juli 2019 | 00:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan menemukan probabilitas pemicu penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Penyerangan diduga sebagai serangan balik atau balas dendam atas penanganan kasus yang dilakukan Novel. Sebab adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan atau excessive abuse of power.

Juru Bicara TGPF Nurcholis menyatakan, belum lama ini, serangan terhadap Novel tak terkait masalah pribadi, tapi berhubungan dengan pekerjaan korban.

Karena itu, tambah Nurcholis, TGPF memberi rekomendasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mendalami probabilitas motif penyerangan ini, terutama terkait 6 kasus 'high profile' yang ditangani Novel yang dinilai berpotensi menimbulkan aksi balas dendam.

Selain itu, jelas Nurcholis, tindakan serangan terhadap Novel diperkirakan tidak bertujuan menghabisi nyawa korban, hanya untuk membuat korban menderita. Sebab pelaku hanya menggunakan cairan asam sulfat tak pekat yang tidak mematikan.



Sumber: BeritaSatu TV