KPK Identifikasi Sejumlah Rekening Emirsyah Satar di Luar Nege

KPK Identifikasi Sejumlah Rekening Emirsyah Satar di Luar Nege
Emirsyah Satar. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Fana Suparman / CAH Jumat, 19 Juli 2019 | 11:17 WIB

iJakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi sejumlah rekening bank milik atau terkait dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di luar negeri. Rekening-rekening tersebur diduga terkait dengan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015 yang menjerat Emirsyah dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Group yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

"Beberapa rekening yang ada di luar negeri tapi kita tahu persis bahwa dari Informasi yang kami terima dari Inggris dari Singapura bahwa itu adalah masuk merupakan bagian dari rekening yang ada penguasaan beliau," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di Pusdiklat Setneg, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, usai diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka, Rabu (17/7/2019), Emirsyah melalui kuasa hukumnya, mengaku hanya memiliki satu rekening di luar negeri.

Syarif tak ambil pusing dengan bantahan Emirsyah. Dikatakan, KPK akan membuktikan hal tersebut dalam proses persidangan. Syarif berharap kasus suap Garuda ini dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan pada akhir Juli 2019.

Harapan serupa dikatakan Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata. Setidaknya Alex, sapaan Alexander menargetkan penyidikan kasus ini dapat rampung sebelum masa jabatan Pimpinan KPK Jilid IV berakhir pada akhir tahun 2019. Untuk itu KPK, katanya, akan berupaya semaksimal mungkin menuntaskan penyidikan kasus ini.

"Tahap penyidikan ini sudah lama ini sudah hampir tiga tahun jangan sampai kita selesai kasus belum naik. Ini sedang diupayakan semaksimal mungkin ya mudah-mudahan segera dilimpahkan," kata Alex.

KPK diketahui menemukan adanya dugaan transaksi lintas negara terkait kasus suap Garuda. Transaksi tersebut menggunakan puluhan rekening di luar negeri. Namun, KPK masih enggan membeberkan lebih jauh jumlah rekening milik atau terkait Emirsyah Satar.

"Nanti dirinci di persidangan karena yang bisa kami sampaikan saat ini adalah informasi informasi perkembangan penanganan perkara secara umum," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/7/2019) malam.

Yang pasti, kata Febri, transaksi menggunakan puluhan rekening di luar negeri itu terkait dengan kasus suap Garuda. Rekening-rekening itu saat ini terus diidentifikasi dan diteliti oleh KPK. Untuk mendalami hal tersebut, KPK juga mendapat informasi dan bantuan dari penegak hukum di sejumlah negara.

"Semua rekening itu, semua proses transaksi yang melewati rekening tentu saja terkait dengan pokok perkara ini dalam hal ini dugaan suap terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat tersebut. Tapi porsi keterkaitannya apakah itu rekening penampungan misalnya, rekening penampungan kemudian bisa didapatkan oleh tersangka atau rekening yang dilewati oleh transaksi-transaksi keuangan lintas negara itu tentu belum bisa kami sampaikan secara detail," katanya.

Tak hanya rekening bank, KPK juga sedang melacak aset-aset milik Emirsyah Satar di luar negeri, terutama Singapura. Untuk mendalami hal itu, tim penyidik pada Kamis (18/7) memeriksa Andre Rahadian, advokat dari Kantor Hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP) serta Sallyawati Rahardja, mantan Financial Controller PT Jimbaran Villas dan mantan Manager Adminsitrasi & Finance Connaught International Pte. Ltd. Sallyawati diketahui merupakan tangan kanan Soetikno, terutama menyangkut keuangan.

"Penyidik menelusuri kepemilikan aset tersangka ESA (Emirsyah Satar) termasuk rekening bank di Singapura," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno sebagai tersangka pada 16 Januari 2017. Namun hingga saat ini, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda yang menjerat keduanya. Bahkan, Emirsyah dan Soetikno hingga kini belum ditahan KPK.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Emirsyah Satar telah menerima uang sebesar US$ 2 juta dan dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014



Sumber: Suara Pembaruan