Jokowi Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba Lewat Perpres 47/2019

Jokowi Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba Lewat Perpres 47/2019
Presiden RI, Joko Widodo melepas kontingen Gerakan Pramuka Indonesia ke Jambore Dunia (Jamdun) Ke-24 tahun 2019 di Virgina Barat, Amerika Serikat bertempat di Istana Negara, Jakarta pada Jumat,19 Juli 2019. Foto: ( Foto: Humas Kwarnas )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 19 Juli 2019 | 15:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen mendukung penuh pencegahan dan pemberantasan narkoba. Salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47/2019 tentang Perubahan Atas Perpres 23/2010 tentang Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Supaya pemberantasan narkoba lebih baik,” kata Jokowi kepada wartawan saat ditanyakan mengenai latar belakang dikeluarkannya Perpres 47/2019, seusai melepas Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia menuju Jambore Pramuka Dunia ke-24, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dilansir laman setkab.go.id, pertimbangan Perpres 47/2019 diterbitkan dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi BNN. Selain itu, optimalisasi pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Kepala BNN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri. Perpres ditandatangani Jokowi pada 4 Juli 2019. Mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 8 Juli 2019 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly.

“Perpres 47/2019 akan beri hal positif bagi BNN, tetapi yang penting bagi BNN bukan terus setingkat menteri. Kewenangannya harus lebih luas. Sudah lama saya ajukan. Penanganan narkoba ini kan secara nasional dan internasional,” kata mantan Kepala BNN, Komjen (Purn) Budi Waseso.

Menurut Budi, terbatasnya kewenangan BNN akan mempersulit pemberantasan narkoba. “Akhirnya kan menyangkut anggaran dan segala macam jadi terbatas. Padahal kita harus lakukan penanganan narkotika yang begitu sangat luar biasa. Kekuatan BNN harus hebat,” tegas Budi.

Budi menyatakan, bahaya narkoba sangat luar biasa. Budi menambahkan, narkoba bentuk upaya penghancuan generasi penerus bangsa. “Kalau kita gagal berantas narkoba, maka generasi kita akan hancur. Nanti tahun 2030, Indonesia bonus demografi bisa tidak tercapai,” ucap Budi.

Budi mengatakan, serangan narkotik begitu masif. Ketua Kwartir Nasional Pramuka tersebut mengungkap, jenis-jenis narkotika juga telah bermacam-macam. “Masalah narkoba ini harus ditangani serius semua pihak, termasuk saya di bidang pramuka. Lakukan pencegahan,” imbuh Budi. 



Sumber: Suara Pembaruan