Tersangka Kasus Kemah Pemuda Tidak Penuhi Panggilan Penyidik

Tersangka Kasus Kemah Pemuda Tidak Penuhi Panggilan Penyidik
Kombes Argo Yuwono. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 22 Juli 2019 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ahmad Fanani tidak memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia, Senin (22/7/2019).

"Enggak hadir (panggilan penyidik)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (22/7/2019).

Dikatakan Argo, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Ahmad Fanani. "Ya nanti diagendakan ulang," ungkap Argo.

Sementara itu, Gufron selaku kuasa hukum Ahmad Fanani mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya panggilan dari Polda Metro Jaya.

"Setahu saya belum ada surat panggilan dari Polda. Tapi yang jelas mas Fanani belum menginformasikan ke saya kalau ada pemanggilan. Belum dapat informasi, kalau ada biasanya disampaikan ke kami selaku kuasa hukum," katanya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, telah menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Penetapan tersangka diputuskan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 1,7 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan.

Penyidik telah menaikan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu, dari penyelidikan ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada dugaan kerugian negara.

Sebelumnya, penyidik juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, termasuk mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.



Sumber: BeritaSatu.com