11 Capim dari Internal KPK Lulus Uji Kompetensi

11 Capim dari Internal KPK Lulus Uji Kompetensi
Ilustrasi KPK. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Senin, 22 Juli 2019 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Jilid V mengumunkan 104 peserta lolos uji kompetensi, Senin (22/7). Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 capim dari unsur internal KPK dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya, yakni uji psikotes.

Dari lampiran pengumuman Pansel KPK, 11 orang dari unsur KPK yang lolos uji kompetensi, antara lain, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan. Terdapat juga nama Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo, Direktur Gratifikasi KPK Syarif Hidayat.

Selain itu, ada juga Wakil Ketua 2 WP KPK Harun Al Rasyid, Koordinator Wilayah VI Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha, serta Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK wilayah Jawa Tengah, Muhammad Najib Wahito.

Selain 11 nama unsur KPK, terdapat tiga nama anggota Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yakni Dedi Haryadi, Fridolin Berek, dan Hayidrali.

Tak hanya itu, terdapat 9 anggota Polri yang juga dinyatakan lolos seleksi kompetensi, yakni Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum (Karosunluhkum) Divisi Hukum Polri Brigjen Agung Makbul, Wakil Kabareskrim Polri Irjen Antam Novambar, Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri, Staf Ahli Kapolri Irjen Ike Edwin. Selain itu, Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, Kabag Ren Rorenim Baharkam Polri Kombes Kharles Simanjuntak, dan Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani.

Pensiunan Polri juga berhasil lolos uji kompetensi yang dilakukan pada Kamis 18 Juli. Mereka yang lolos adalah mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Anang Iskandar, Komjen (Purn) Boy Salamuddin, Irjen (Purn) Suedi Husein, Irjen (Purn) Yovianes Mahar, dan Irjen (Purn) Yotje Mende.

Tidak hanya unsur KPK dan Polri, terdapat juga empat Jaksa dan dua pensiunan Jaksa yang dinyatakan lolos uji kompetensi, yakni Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Ranu Mihardja, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo. Selain itu, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi dan Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Johanis Tanak.
Sementara pensiunan jaksa antara lain M. Jasman Panjaitan dan Herman Adrian Koedoeboen.

Terdapat juga unsur hakim yang berhasil lolos uji kompetensi, yakni hakim ad hoc tindak pidana korupsi Hulman Siregar, hakim ad hoc Jult M. Lumban Gaol, hakim Nawawi Pomolango. Hakim Noor Ichwan Ichlas Ria, hakim Rasen Roro Andy Nurvita, hakim ad hoc tindak pidana korupsi Sigit Herman Binaji, serta hakim ad hoc tindak pidana korupsi Bhudhi Kuswanto.

Ketua Pansel Capim KPK Jilid V, Yenti Ganarsih menyatakan, 104 kandidat yang dinyatakan lulus uji kompetensi wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu tes psikologi di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (28/7). Yenti meminta para peserta yang mengikuti seleksi tes psikologi agar membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes dimulai. Ditegaskan Yenti, para peserta yang tak mengikuti tes psikologi dinyatakan gugur.

Wadah Pegawai KPK (WP-KPK) mengapresiasi pengumuman Pansel. Meskipun, terdapat satu kandidat dari internal KPK yang dinyatakan tidak lolos uji kompetensi.

"Ada 104 calon pimpinan yang lolos 11 diantaranya adalah calon dari Internal KPK di mana satu orang dari internal KPK berarti gugur, kemudian tiga calon yg berasal dari pimpinan kPK jilid ini itu tetap lanjut," kata Ketua WP-KPK, Yudi Purnomo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/7).

Yudi mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja Pansel lantaran menjalankan usulan WP-KPK untuk mencantumkan asal institusi dan pekerjaan serta alamat para peserta. Menurut Yudi, asal institusi, dan pekerjaan penting dicantumkan agar masyarakat dapat turut memberikan masukan mengenai rekam jejak pada kandidat.

"Hal ini penting agar masyarakat bisa melihat dan juga bisa menganalisa serta juga melaporkan terhadap rekam jejak dari para calon pimpinan KPK ini," katanya.

WP-KPK berharap Pansel Capim KPK mempertahankan integritas dengan tetap menjunjung transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, masih ada sejumlah peserta yang namanya masih disebut-sebut di masyarakat memiliki reputasi buruk namun lolos ke tahap berikutnya.

"Kami berharap Pansel benar-benar melihat secara jelas dan juga membaca dari masukan-masukan yang ada di masyarakat terhadap calon-calon pimpinan saat ini, karena kita menginginkan calon pimpinan KPK yang benar-benar bersih, berani dan mendukung pemberantasan korupsi. Sebab jika calon pimpinan KPK tidak mendukung pemberantasan korupsi maka sudah bisa kita lihat, sudah bisa kita analisis ketika yang bersangkutan menjadi pimpinan KPK maka yang terjadi adalah KPK akan mundur. KPK tidak akan bisa meneruskan usaha-usaha pemberantasan korupsi," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan