Sidang Putusan, JPU Harap Jokdri Terbukti Bersalah

Sidang Putusan, JPU Harap Jokdri Terbukti Bersalah
Terdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono (tengah), berada dalam mobil tahanan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 4 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao. )
Bayu Marhaenjati / FMB Selasa, 23 Juli 2019 | 10:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengagendakan menggelar sidang putusan kasus tindak pidana secara bersama-sama merusak dan mengambil barang bukti, dengan terdakwa Joko Driyono, hari ini, Selasa (22/7/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), berharap majelis hakim menyatakan Jokdri -panggilan akrab Joko Driyono- bersalah dan dijatuhi hukuman sesuai tuntutan yakni 2,5 tahun penjara. "Harapan saya terbukti bersalah Jokdri," ujar JPU Sigit Hendradi, Selasa (23/7/2019).

Sementara itu, penasihat hukum Jokdri, Mustofa Abidin berharap majelis hakim memutuskan membebaskan kliennya karena tuntutan JPU tidak terbukti di persidangan.

"Harapannya bebas, tetapi semua berpulang pada putusan hakim," kata Mustofa.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Joko Driyono dua tahun enam bulan, lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan sengaja menghancurkan, merusak, membuat tidak dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat atau daftat-daftar yang atas perintah penguasa umum terus menerus atau untuk sementara waktu disimpan yang masuk tempat kejahatan dengan memakai anak kunci palsu atau perintah palsu, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

JPU awalnya mendakwa Jokdri dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP, Pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, Pasal 235 Juncto Pasal 231 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Namun pada tuntutannya, JPU hanya menuntut Jokdri terkait dakwaan kedua yakni, terbukti bersalah melanggar Pasal 235 Juncto Pasal 233 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Diketahui, Jokdri diduga menyuruh sopirnya Muhammad Mardani alias Dani, masuk ke ruangan yang telah terpasang garis polisi dan mengambil DVR server CCTV, notebook serta dokumen, di Ruangan Kantor PT Liga Indonesia, Gedung Rasuna Office Park (ROP) DO-07, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, awal Februari 2019 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com