KY Imbau Publik Hormati Pengadilan dan Hakim

KY Imbau Publik Hormati Pengadilan dan Hakim
Ilustrasi gedung Komisi Yudisial (KY) ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / AMA Selasa, 23 Juli 2019 | 12:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa waktu lalu sempat viral rekaman cctv penyerangan terhadap majelis hakim perkara Nomor: 223/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst oleh oknum advokat, Kamis (18/7/2019) di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Peristiwa penyerangan itu bermula ketika majelis hakim sedang membacakan putusan atas gugatan tersebut. Kemudian secara tiba-tiba oknum advokat menarik ikat pinggang yang digunakan untuk melakukan penyerangan.

Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus langsung mendatangi PN Jakarta Pusat untuk melakukan klarifikasi atas peristiwa tersebut, Jumat (19/7). KY, kata Jaja, menyesalkan terjadinya kekerasan terhadap hakim.

“Tindakan tersebut sebagai bentuk perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim, serta penghinaan terhadap lembaga peradilan atau contempt of court,” ujar Jaja dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Selasa (23/7/2019).

KY berharap setiap pihak menghormati lembaga peradilan agar marwah lembaga peradilan benar-benar terjaga dengan baik. “KY mengimbau agar publik dapat menghormati lembaga peradilan agar marwah dan kewibawaan lembaga peradilan benar-benar terjaga dengan baik. Publik juga diminta untuk menghormati profesi hakim sekaligus putusan yang dibuat,” tandas dia.

Menurut Jaja, apabila terhadap sesuatu proses peradilan terdapat perbedaan pandangan, maka gunakan langkah-langkah sesuai hukum. Dia berharap tidak ada pihak yang main hakim sendiri.

“Begitu pula apabila menemukan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim, tentunya KY menjadi tempat untuk melaporkan hakim yang bersangkutan,” pungkas Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com