Satgas TPPO Bareskrim Mabes Polri Ungkap Penganiayaan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi

Satgas TPPO Bareskrim Mabes Polri Ungkap Penganiayaan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia. ( Foto: Antara )
Gardi Gazarin / JEM Selasa, 23 Juli 2019 | 15:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Tasini di Arab Saudi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Nico Afinta mengatakan, Tim Satgas TPPO berhasil membongkar kasus ini berdasarkan informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan tentang adanya pemulangan PMI bernama Tasini dari Arab Saudi ke Indonesia pada 3 Juli 2019.

“Menurut informasi bahwa PMI saat dipulangkan ke Indonesia dengan kondisi terdapat luka diduga akibat penganiayaan saat bekerja di Arab Saudi. Saat ini korban belum bisa diambil keterangan karena masih dalam kondisi sakit dan memprihatinkan,” kata Nico kepada Suara Pembaruan, Senin (22/7/2019).

Menurut Nico, target penyelidikan tim Satgas TPPO untuk mengungkap keberadaan korban Tasini yang informasinya sudah dirawat di RSUD Majalengka, Jawa Barat, akibat mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Tasini sebagai korban dipulangkan dari Arab pada Kamis 4 Juli 2019 tanpa melalui KBRI ke Indonesia dengan kondisi luka-luka diduga akibat penganiayaan saat bekerja di Arab Saudi.

TKW tersebut direkrut oleh tersangka H Mamun di daerah Majalengka pada Mei 2018 untuk dijadikan pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Lalu, Tasini dikirim kepada pelaku agen bernama Faisal yang dibantu oleh Andi.

Awalnya Tasini jalani chek up kesehatan dan diberikan fee dalam bentuk uang oleh H Mamun sebesar Rp 6.000 000. Sedangkan agen atau pemodal Faisal dalam merekrut dan mengirim Tasini ke Arab dibantu oleh Andi. Sementara pengurusan visa korban dilakukan Faisal yang pernah bekerja di PT Haena Duta Cemerlang.

"Setelah visa milik korban terbit, H Mamun menyerahkan Tasini ke Andi dan Faisal untuk diberangkatkan ke Arab Saudi," jelas Nico.

Kemudian Tim Satgas TPPO berhasil menangkap pelaku Mamun yang berperan sebagai perekrut korban di Majalengka pada Sabtu, 6 Juli 2019.

Untuk tersangka Faisal ditangkap di Cibitung, Jawa Barat pada Minggu, 7 Juli 2019. "Faisal sebagai agen, pemodal, mengurus visa, tiket dan mengirim korban ke Arab Saudi," ujar Nico.

Tim Satgas TPPO juga menyita barang bukti paspor, visa, satu boarding pass  Saudia tujuan Jeddah tanggal 3 Juli 2019 dan satu  boarding pass Saudia tujuan dari Jeddah ke Jakarta pada 3 Juli 2019.

Perbuatan para tersangka dijerat Pasal 4 UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 81, Pasal 86 UU Nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan